Minggu, 19 Pebruari 2017 - Pukul 23:31

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal
OLEH: Heri Febriyanto

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal

Mulai lunturnya kecintaan dan minat generasi muda terhadap budaya tradisional lokal, menjadi perhatian serius bagi Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi. Sebagai…

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk…

>> more

salam dari cianjur

Menanti Setitik Harapan Pemimpin Bernurani

Oleh: Kang Anton - Kamis 20 Agustus 2015 | 12:18 WIB

Menanti Setitik Harapan Pemimpin Bernurani

Sejuta harapan anak negeri dari para calon pemimpin.(ilustrasi net)

GEMA gong perebutan kursi ‘penguasa’ daerah,kini membahana di hampir seluruh sudut Cianjur. Namun di ujung kampung sana, di balik lembah itu, di kaki bukit itu, di hamparan sawah itu…Masih banyak anak anak yang tak lagi belajar, jalan jalan tanah desa yang cuma setapak, warga desa yang cuma berlampu teplok tanpa listrik, lahan sawah yang tak lagi di airi…

 

Sejatinya masih begitu banyak masyarakat yang benar benar belum menikmati, apa yang sering didengungkan para pemimpin negeri, di saat saat saling berebut kursi empuk pemerintahan,"Kekuasaan Demi Rakyat!". Kini 70 tahun sudah negeri ini merdeka, 70 tahun juga warga negeri ini banyak yang tetap didera keterpurukan dan kemiskinan.

 

Sangat terasa ambisi berkuasa lebih dominan, dari pada ketulusan membangun kehidupan masyarakat. Barangkali sudah bosan kita menyaksikan tayangan di media informasi, tentang para pemimpin negeri yang akhirnya mendekam di balik jeruji, karena memanipulasi uang rakyat. Sejujurnya ini tanda ketidak tulusan sebagian para pemimpin negeri, yang benar benar mau berbakti untuk mengangkat kehidupan rakyatnya.

 

Kini riak Pilkada semakin menggema, para kandidat pemimpin pun terus ‘bersolek’ memikat hati publik. Trik dan intrik para politisi pun kian mewarnai dinamika politik di wilayah masing masing. Banyak warga pun ikut masuk dalam pusaran permainan kekuasaan itu dengan sejumlah alasan kepentingan.

 

Namun apa target para calon pemimpin nanti? Adakah niat tulus membangun daerah untuk kesejahteraan rakyat? Ataukah kursi kekuasaan nantinya, hanya jadi podium untuk mentuntaskan ambisi berkuasanya? Semoga paparan visi dan misi tak cuma jadi pemanis bibir saja.

 

Sudah cukup fakta keterpurukan masyarakat di berbagai daerah, akibat salah urus. Atau memang sengaja membiarkan kesalahan, demi pemuasaan kebutuhan individu para pemegang kuasa itu.

 

Pembelajaran dari fakta buruk yang bertebaran tersebut, sangat diharapkan bisa mengugah hati para calon pemimpin nanti, untuk memutar roda pemerintahan dengan hati yang tulus. Suara Rakyat Suara Allah...

Komentar