Sabtu, 25 Maret 2017 - Pukul 10:49

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

makan enak

@WrP168, Tersedia Pempek Berbagai Varian di Sini

Oleh: Rudi Rusmana - Sabtu 15 Oktober 2016 | 05:00 WIB

@WrP168, Tersedia Pempek Berbagai Varian di Sini

Istimewa

BERITACIANJUR.COM - Bagi yang suka dengan pempek, salah satu makanan khas Palembang ini, bisa dijumpai salah satunya di sekitar daerah Sinar, Jalan Yulius Usman Nomor 30 dekat Stasion Kereta Api (KA) Cianjur.

 

Di sini, tersedia berbagai varian atau jenis pempek sesuai selera Kita. Bahkan, harganya pun relatif terjangkau buat ukuran masyarakat Cianjur. Dengan suasana atau tempat yang begitu yaman bagi para pengunjung yang ingin mencicipi langsung di tempat.

 

Warung Pempek 168, atau lebih dikenal dengan @WrP168 ini sudah ada sejak tahun 2010-an. Dikelola langsung oleh pasangan suami istri (Pasutri) yang notabene tak punya latar belakang bisnis kuliner, kendati suka berkeliling buat mencoba berbagai kuliner.

 

Menurut Hery Haryadi, sang pemilik @WrP168, awal mula dirinya membuka warung yang khusus menyediakan berbagai macam atau jenis pempek tersebut saat istrinya, Yulia Asmawaty yang asli orang Lubuk Linggau, Palembang, Sumatera Selatan tersebut kangen akan makanan khas kampung halamannya.

 

"Istri saya sering kangen makanan asli sana, seperti pempek, tekwan, dan lain-lain," kenangnya kepada "BC", Kamis (13/10/2016).

 

Mereka pun sering berkeliling mencari-cari di Cianjur, namun menurutnya, tak ada satupun yang cocok di lidah rasanya.

 

"Jadi, kalau Kita pulang kampung itu mulai belajar bikin pempek sama mertua di sana. Pertama bikin sih rasanya nggak langsung pas, malahan temen-temen pada ngetawain, kok orang Palembang bikin pempek gak enak," ujarnya sambil menirukan ucapan teman-temannya waktu dulu.

 

Namun, mereka berdua pun terus berusaha untuk mencobanya, sampai akhirnya rasa yang diinginkan pun didapatnya, sesuai selera.

 

"Tapi terus dicoba, sampai ketemu. Akhirnya, kalo temen-temen datang ke rumah itu, kita suguhin pempek bikinan sendiri dan mereka pada bilang enak. Bahkan, sampe-sampe ada beberapa yang mau pesan," beber Hery (Sapaan akrabnya).

 

"Setelah banyak temen-temen dan juga keluarga mencobanya, ternyata banyak yang pesan juga. Akhirnya, dulu, setiap Sabtu-Minggu itu kita pun menerima pesanan pempek," timpal istrinya, Yaya (Sapaan akrab Yulia Asmawaty).

 

Akhirnya, mereka berdua pun memutuskan untuk berjualan pempek karena banyak juga dorongan (Motivasi, red) dari teman-temannya yang nyaranin supaya membuka warung.

 

"Alasannya sih, kata mereka (Teman-temannya, red), agar kalau buka warung, kapan mereka mau, mereka bisa beli dan gak perlu lagi harus nunggu hari Sabtu dan minggu. Ya, akhirnya sekitar tahun 2012 bukalah kita warung, pertamanya kecil dan berkembang sampai sekarang," beber Hery.

 

"Kita itu, mulai merintis usaha pempek ini dari sekitar tahun 2010 an. Pokoknya seru deh ceritanya," ujarnya tertawa seraya membetulkan kacamatanya.

 

Kini, usaha pempeknya tersebut sudah banyak dikenal terutama di kalangan teman-temannya, bahkan pernah juga ikut mencoba berjualan di seputaran jalan raya bersama para pedagang lainnya saat sore hingga larut malam.

 

Pempek di tempatnya pun, semuanya asli buatan mereka dan dijamin tak menggunakan bahan-bahan yang aneh-aneh, seperti pengawet misalnya. Berbagai jenis penganan khas Palembang tersebut pun dihasilkan melalui tangan-tangan kreatif, seperti yang imut ada telur, lenjer, adaan, kulit, dan kriting, sehingga tak pernah bosan untuk terus mencicipinya. (rus)

Komentar