Kamis, 27 April 2017 - Pukul 15:55

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Desa Ciwalen Akan Olah Krisan Jadi Ekstrak Minyak Wangi

Oleh: Cr1 - Selasa 15 Nopember 2016 | 13:06 WIB

Desa Ciwalen Akan Olah Krisan Jadi Ekstrak Minyak Wangi

Foto: NET/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Pemerintahan Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, terinspirasi untuk mengolah bunga potong jenis Krisan menjadi ekstrak atau bahan membuat minyak wangi. Ide tersebut muncul, melihat maraknya budidaya bunga potong jenis Krisan yang berkembang cukup signifikan.


“Ide kearah sana sudah ada, mengolah bunga Krisan menjadi ekstrak untuk minyak wangi dan obat selain mentahannya digunakan sebagai hiasan,” ujar Kepala Desa Ciwalen, Budiyanto kepada “BC”, Minggu (13/11/2016).


Menurutnya, kecenderungan pihak desa untuk mengolah bunga potong Krisan karena tertarik bagaimana mengolah bahan mentah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis. Sehingga tidak selalu mentahnya saja yang dikirim.


“Ketimbang kami (desa) membuka budidaya bunga potong, lebih baik mengolahnya menjadi bahan yang bernilai ekonomis,” katanya.


Lebih lanjut dirinya mengatakan, budidaya bunga potong jenis Krisan memang sudah lama menjadi potensi unggulan di Desa Ciwalen. Bahkan selama lima tahun terakhir, perkembangannya semakin pesat terlihat dari semakin bertambahnya jumlah green house.


“Lima tahun terakhir pertumbuhan bunga potong meningkat mencapai 70-100 persen,” katanya.


Dari sisi pengelolaan bunga  potong di Desa Ciwalen, rata-rata warga lokal yang memiliki tanah bekerjasama dengan investor dari luar daerah dalam hal pendanaannya. Bahkan untuk pemasarannya, mereka juga sudah memiliki pengepul dan jalurnya sendiri.


“Kalau untuk meningkatkan ekonomi khsusus bagi pengelola, memang cukup signifikan. Bahkan ada yang awalnya sebagai pekerja, namun setelah beberapa tahun menjadi pengelola,” katanya.


Hanya saja ungkap Budiyanto, jika dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerja agak berkurang dibandingkan dahulu saat banyak jumlah kebunnya. “Sekarang karena banyak yang sudah menjadi pengelola, tenaga kerja untuk memelihara tanaman sedikit, jadi cenderung statis jumlah pekerjanya,” ungkapnya. (bis)

Komentar