Sabtu, 25 Maret 2017 - Pukul 10:52

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Kritik Pemerintah, Pelajar Raih Penghargaan

Oleh: cr3 - Kamis 15 Desember 2016 | 12:00 WIB

Kritik Pemerintah, Pelajar Raih Penghargaan

Istimewa

BERITACIANJUR.COM - Pelajar juga masih ada yang menorehkan prestasi yang membanggakan untuk sekolahnya. Salahsatunya pelajar SMAN 2 Cianjur berhasil menggondol juara pertama untuk Lomba Film Pendek SMA pada Gelar Aksi Karakter Siswa Indonesia (Galaksi) 2016.

 

Kreatifitas pelajar yang mengukir kemenangan itu ditampilkan dengan short film dengan judul Srikandi Pendidikan. Penghargaan tersebut diterima beberapa waktu lalu di bandung untuk kategori lomba di tingkat provinsi.

 

Guru seni budaya SMAN 2 Cianjur,  Dani Jauhari  mengatakan, selain penghargaan untuk film pendek juga terdapat prestasi juara 2 untuk kategori debat tingkat provinsi.Film dokumenter itu dibuat oleh anggota tim Sinemanda, divisi Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 2 Cianjur. Sedangkan pembuatan film dimulai dari survey dan tahap lainnya oleh empat orang selama enam hari di Gunung Jantung, Desa Leuwikoja Kecamatan Mande.

 

“Aceng Moh. Zulvi sendiri merupakan perwakilan untuk ke Bandung dan ia mempersentasikan film tersebut di hadapan juri. Aceng dipilih karena dia memiliki kemampuan berbahasa yang baik sehingga dinilai bagus untuk mewakili Kabupaten Cianjur dalam perlombaan disana,” ungkapnya kepada “BC” Rabu (14/12/2016).

 

Isi film dokumenter yang dipersentasikannya yakni sebagai kritik sosial untuk pemerintah. Dimana tidak meratanya pendistribusian tenaga pengajar di Cianjur dan telah menjadi masalah klasik yang akrab dengan lembaga pendidikan daerah terpencil.

 

Sementara itu, Rina Hanariah, Humas SMA Negeri 2 Cianjur memaparkan film ini diambil di PAUD Al- Hidayah dan MI Al-Jihad yang letaknya memang tidak terlalu jauh dari pusat kota tapi masih belum tersentuh perhatiannya dari pemerintah.

 

Ia mengharapkan dengan adanya film dokumenter ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang. Bahwa tenaga pengajar memang sangat diperlukan khususnya di daerah terpencil. “Para srikandi pendidikan ini luar biasa, mereka meluangkan waktunya untuk mengajar di saat hujan lebat sekalipun mereka berjuang datang untuk mengajar,” pungkasnya. (ree)

Komentar