Selasa, 21 Pebruari 2017 - Pukul 12:08

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal
OLEH: Heri Febriyanto

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal

Mulai lunturnya kecintaan dan minat generasi muda terhadap budaya tradisional lokal, menjadi perhatian serius bagi Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi. Sebagai…

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk…

>> more

healthy life

Bolehkah Anak Usia 1-3 Tahun Disunat?

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Minggu 18 Desember 2016 | 20:00 WIB

Bolehkah Anak Usia 1-3 Tahun Disunat?

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Sunat atau sirkumsisi adalah proses membuang kulit yang menutupi penis bagian depan. Prosedur ini sudah lama dilakukan, dan hampir diterapkan ke semua anak laki-laki di dunia. 

 

Dikutip dari laman klikdokter.com, Selasa (20/12/2016). Berikut ini manfaat sunat bagi kesehatan.

 

Sunat dapat dilakukan secara suka rela, ataupun akibat adanya alasan medis tertentu. Misalnya anak yang memiliki fimosis, di mana kulit ujung penis terlalu kencang yang dapat menggangu proses berkemih dan ereksi.

 

Meskipun terdengar mengerikan, sunat ternyata bermanfaat mencegah infeksi. Pada anak yang tidak disunat, kotoran dapat menumpuk di bawah kulit ujung penis sehingga dapat menjadi sumber kuman. Sunat juga dapat menurunkan risiko terkena infeksi saluran kencing, lho!

 

Di balik semua manfaatnya, sebenarnya sunat tidak diwajibkan secara medis. Tindakan ini dilakukan apabila orangtua dari anak tersebut mengizinkan.

 

Namun tidak semua anak dapat langsung disunat, dan mungkin membutuhkan penanganan dari dokter spesialis. Misalnya pada anak yang memiliki kelainan lubang kencing ataupun kelainan pembekuan darah.

 

Sebenarnya, tidak ada batasan usia yang ideal untuk melakukan sunat. Namun pada bayi, sunat lebih mudah dikerjakan dan perdarahannya juga sedikit. Karena itu, tindakan ini biasanya dilakukan di rumah sakit pada anak laki-laki yang baru lahir sebelum ia meninggalkan rumah sakit.

 

Untuk anak usia 1-3 tahun, sunat boleh saja dilakukan. Namun prosesnya akan lebih sulit, karena anak sudah aktif meski belum mengerti betul ucapan orang dewasa.

 

Proses penyembuhannya pun bisa membutuhkan waktu yang lebih lama. Ini karena anak sangat aktif, sehingga sulit untuk mengontrol perdarahannya. Di samping itu, risiko komplikasi dari prosedur sunat itu sendiri juga semakin meningkat.

 

Jika memiliki anak usia 1-3 tahun dan ingin disunat, sebaiknya tunggulah agar ia berusia lebih dari itu. Ini dilakukan agar tidak banyak komplikasi yang terjadi, dan proses penyembuhannya juga lebih cepat.

Komentar