Minggu, 22 Januari 2017 - Pukul 17:03

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan
OLEH: Heri

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan…

>> more

healthy life

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

Nyamuk tercatat sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia dengan jumlah korban melayang hingga 2 juta jiwa per tahun.

>> more

sosialita

Toleransi Beragama Warnai Natal di Kawasan Ciranjang

Oleh: Apip Samlawi - Selasa 27 Desember 2016 | 13:00 WIB

Toleransi Beragama Warnai Natal di Kawasan Ciranjang

BC/Apip Samlawi

Tetap Menjungjung Tinggi Perbedaan dengan Saling Menghormati

 

BERITACIANJUR.COM - Kawasan Sindangjaya dan sekitarnya mau tidak mau harus diakui merupakan daerah yang spesial bagi Kabupaten Cianjur yang identik dengan sebutan Kota Santri. Kawasan yang berada di Kecamatan Ciranjang, dihuni oleh umat Kristiani dengan belasan Gereja yang berdiri kokoh di berbagai titik, berdampingan dengan sejumlah mesjid.

 

Perayaan Natal yang dilaksanakan Umat Kristiani di kawasan tersebut, bukti kuat sebuah toleransi beragama di Kabupaten Cianjur, yang mayoritas beragama islam. Dua umat beragama, tampak jelas saling bantu untuk melaksanakan perayaan hari besar umat kristiani. Tak ada rasa canggung bagi Umat Islam membantu Umat Kristiani mempersiapkan Natal tahun ini.

 

Dikatakan Nopelus (70)  tokoh Umat Nasrani Warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, tiap tahun pelaksanan Natal di setiap gereja yang ada di Kecamatan Ciranjang selalu berjalan dengan lancar, tertib dan aman, karena selalu berkoordinasi dengan tokoh Islam setempat.

 

“Seluruh tokoh umat nasrani yang ada di Desa Sindangjaya selalu berkoordinasi dengan pihak Pemerintahan desa, Kecamatan, Kepolisian, Koramil dan tidak terlepas berkoordinasi pula dengan tokoh agama Islam yang ada di Desa Sindangjya,” katanya

 

Sementara itu, Kepala Desa Sindangjaya Sajaroh Napi menjelaskan, pelaksanaan natal di Gereja Kerasulan Pusaka Kampung Rawaselang, Gereja Persekutuan Injil Eliezer Kap Rawaselang,  Gereja Pantekosta Indonesia (GPDI) Haris Kampungrawaselang,  GPDI Kampung Pasir Nangka dan Gereja Kristen Pasundan Pasir Nangka, selalu diwarnai dengan kerukunan beragama antara umat islam dan kristen.

 

“Saya sendiri selalu berusaha hadir memenuhi undangan, untuk menunjukan sikap toleransi beragama. Kehadiran saya diharapkan jadi cermin kuat soal kebhinekaan di tanah air,” tegasnya.

 

Farik Kristiani, salah seorang warga Kristen, mengaku nyaman melaksanakan natal di daerahnya. Keragaman umat beragama disini menjadikan perbedaan agama adalah hal yang indah.

 

“Kami juga sering melakukan bantuan saat umat islam merayakan Idul Fitri, begitu juga sebaliknya. Intinya, kami saling membantu dalam berbagai hal, tidak hanya sekedar perayaan hari besar keagamaan saja,” akunya. (ree)

Komentar