Minggu, 22 Januari 2017 - Pukul 17:06

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan
OLEH: Heri

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan…

>> more

healthy life

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

Nyamuk tercatat sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia dengan jumlah korban melayang hingga 2 juta jiwa per tahun.

>> more

makan enak

Rujak Beubeuk Kampung Cadot Rasanya Maknyus

Oleh: Bisri Mustofa - Rabu 28 Desember 2016 | 12:30 WIB

Rujak Beubeuk Kampung Cadot Rasanya Maknyus

Seorang pedagang Rujak Beubeuk asal Kampung Cadot, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang H. Saepulloh tengah memembuat Rujak Beubeuk memnuhi pesanan pembelinya. (Foto : Bisri Mustofa)

Jajanan yang Senantiasa Memiliki Ciri Khas

 

BERITACIANJUR.COM Jika Anda penyuka jajanan rujak, tidak ada salahnya jika mencoba "Rujak Beubeuk". Jajanan yang senantiasa memiliki ciri khas rasa asam, asin dan asem itu selalu saja banyak diburu baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa. 

 

Di Kampung Cadot, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang terdapat sekitar 40 pedagang Rujak Beubeuk yang sudah puluhan tahun dan turun temurun berjualan jajanan yang juga digandrungi oleh ibu-ibu hamil itu. Rujak Beubek yang ada di Kampung Cadot, Desa Sukamanah itu memiliki ciri khas tersendiri.

 

Mulai dari tampilan tempat berjualannya saja sudah nampak jelas. Tempat berjualan Rujak Beubeuk dicat berwarna hijau daun dan merah. Ada dua tempat satu buat tempat menyimpan buah dan sebelahnya buat menyimpan peralatan lainnya. Kedua tempat itu selalu dipikul oleh pedagang saat menawarkan kepada pembeli.

 

Menurut H. Saepulloh (54) salah seorang pedagang Rujak Beubeuk mengatakan, untuk membuat Rujak Beubeuk sangat tidak sulit. Semua bahan rujak sangat mudah dijumpai dipasar-pasar tradisional dan dilingkungan warga. Bahannya seperti ubi, bengkuang, huni, lobi-lobi, gandaria, kedondong, mangga muda, jambu, pisang batu, gula garam, trasi, dan cabai.

 

"Bahan-bahan itu diaduk menjadi satu dimasukkan kedalam jubleug (alat penumbuk) dan dikasih sejumlah bumbu. Setelah agak halus dan menyatu baru bisa disajikan, itupun sesuai dengan pesanan," kata Saepulloh, Selasa (27/12/2016).

 

Untuk satu porsi Rujak Beubeuk kata Saepulloh dihargai Rp5 ribu. Harga yang relatif terjangkau. "Pembelinya merata, ada anak-anak dan banyak juga yang dewasa," ujar Saepulloh seraya menambahkan dalam sehari mampu menjual Rujak Beubeuk sebanyak 60 porsi.

 

Sementara untuk penjualan, ia dan para pedagang lainny amemiliki pangkalan tersendiri. Selain itu juga dijajakan dari urmah kerumah warga. "Kebanyakan sudah memiliki pangkalan tersendiri, kalau saya selalu mangkal dilingkungan RSUD Cianjur," jelasnya.

 

Ingin tahu rasanya Rujak Beubeuk asal Kampung Cadot, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, silahkan saja datang langsung ke alamat para penjualnya atau mendatangi pangkalan para pedagang seperti di RSUD Cianjur. Selamat mencoba, pasti maknyus. (bis)

Komentar