Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 01:18

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Pemprov Gelar Sosialisasi Penertiban Aset

Oleh: Apip Samlawi - Rabu 28 Desember 2016 | 14:30 WIB

Pemprov Gelar Sosialisasi Penertiban Aset

BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Dinas Binamarga dan Tibum Tranmas Provinsi Jabar melakukan sosialiasasi penertiban aset milik Pemprov Jabar yang berada di sepanjang jalan raya Cianjur-Bandung. Lantaran selama ini banyak dimanfaatkan warga dan terkesan kumuh.

 

Menurut  Heri Juhana, Tibumtranmas Provinsi Jawa Barat menyebutkan, kegiatan sosialisasi penertiban aset milik provinsi Jawa Barat bertujuan agar lahan yang dimanfaatkan warga tidak kumuh dan tidak mengklaim kepemilikan. Sehingga tahu kapan untuk dibangun dan dilakukan pembongkaran.

 

“Semoga saja seluruh warga Kecamatan Haurwangi, tidak seenaknya membangun Kios, warung, bengkel tambal ban dan bangunan lainnya di sempadan  jalan raya dan yang sudah berdiri pun segera dibongkarnya,” ucapnya.

 

Sementara itu, Camat Haurwangi Djadjat Sudradjat menambahkan, sosialisasi aset milik pemprov Jabar tersebut, bertujuan untuk menata kawasan pinggiran jalan raya. Mendirikan berbagai macam bangunan di sempadan jalan raya, mulanya warga tidak memahaminya adanya larangan, tapi setelah dilaksanakannya sosialisasi maka seluruh warga menjadi paham termasuk dampak negatifnya.

 

“Dengan adanya sosialisasi tersebut, tentunya warga Kecamatan Haurwangi tidak akan lagi mendirikan bangunan di pinggir jalan raya yang dilarang pihak Binamarga. Karena itu Binamarga merupakan pengguna aset jalan raya milik Permerintahan Provinsi Jawa Barat. Apalagi pinggir jalan raya ada yang boleh dibangun dan apa pula yang tidak boleh di dirikan bangunan apapun,” ucapnya. (ree)

Komentar