Minggu, 22 Januari 2017 - Pukul 17:06

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan
OLEH: Heri

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan…

>> more

healthy life

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

Nyamuk tercatat sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia dengan jumlah korban melayang hingga 2 juta jiwa per tahun.

>> more

sosialita

Aqua Gekbrong Gelar Aksi Tanam Ribuan Pohon Menuju Cianjur Lestari 2016 ​

Oleh: Bisri Mustofa, cr1 - Kamis 29 Desember 2016 | 21:30 WIB

Aqua Gekbrong Gelar Aksi Tanam Ribuan Pohon Menuju Cianjur Lestari 2016 ​

BC/CR1

BERITACIANJUR.COM - Perusahaan air minum mineral terbesar di Indonesia, PT Tirta Investama (Aqua) menggelar aksi penanaman ribuan pohon jenis Rasamala, Puspa dan Manglit menuju Cianjur Lestari 2016 di Blok Cibinong Resort PTN Tegallega, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kampung Kebon Lamping, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Rabu (28/12/2016).


 
Aksi retorasi berupa penanaman pohon diatas lahan seluas delapan hektar ini, dihadiri langsung Kepala Pabrik PT Tirta Investama Cianjur, Novan Yulianto, Perwakilan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangarango (TNGGP) beserta segenap unsur dari Pemerintah Kabupaten Cianjur, Kepolisian serta TNI.


  
“Sebanyak 3.500 batang pohon kita tanam di blok ini, total selama tahun 2016 sudah sepuluh ribu pohon yang kita budidayakan untuk program restorasi di kawasan TNGGP,” ujar Kepala Pabrik PT Tirta Investama Cianjur, Novan Yulianto.


 
Selain menanam pohon, jelas Novan, pihaknya juga memberdayakan masyarakat dari aspek partisipasi. Tujuannya agar mereka semakin mandiri dan dikenalkan dengan sistem organik, seperti pembuatan pupuk melalui berbagai program pelatihan.


 
“Kami ingin momen ini menjadi ajang silaturahmi dan sarana edukasi bagi penduduk sekitar,” katanya.


 
Novan berharap, melalui aksi retorasi ini pihaknya mengajak masyarakat untuk terus melakukan kegiatan tersebut demi menjaga kelestarian alam. Bahkan nantinya, selama enam bulan pihaknya melakukan pembinaan dan  memantau perkembangan pohon yang sudah ditanam.

 

Sementara itu, CSR PT. Tirta Investama (Danone-Aqua) Plant Cianjur, Jarot Partoyo mengungkapkan, rencana kedepan CSR Aqua akan menggalakkan semangat konservasi bagi generasi muda seperti kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA atau juga yang diwadahi oleh Pramuka dalam Saka Wana Bhakti. Hal ini dilakukan karena konservasi yang saat ini dilakukan, hasilnya bukan langsung dirasakan saat ini juga tapi nanti oleh generasi yang akan datang.

 

"Apabila generasi penerus kita tidak dibekali semangat konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan, maka apa yang kita lakukan saat ini akan sia-sia karena pohon yang telah ditanam akan ditebang dengan sembarangan tanpa melakukan penanaman pohon pengganti dan tidak akan ada lagi penerus yang mempunyai kepedulian untuk melestarikan lingkungan," tegas Jarot. 

 

Terkait konservasi lanjut Jarot, sebenarnya adalah tanggungjawab bersama seluruh element masyarakat maupun institusi. Sehingga harapan besar dari PT. Tirta Investama Cianjur, konservasi yang telah dilakukan selanjutnya dapat menjadi inspirasi bagi semua element masyarakat dan seluruh institusi maupun perusahaan-perusahaan lain di Cianjur untuk bersama-sama melakukan kegiatan untuk menjaga kelestarian lingkungan, yang salah satunya adalah dengan konservasi, baik konservasi hutan maupun konservasi DAS. 

 

Kepala Bidang PTN Wilayah 1 Balai Besar TNGGP Cianjur, Adison menjelaskannya, kawasan TNGGP merupakan salah satu taman nasional tertua dan termasuk sebagai kawasan Biospir yang sangat penting untuk menjaga ketersediaan air bersih.


  
“Keberadaan Sumber Daya Alam TNGGP, memiliki fungsi dan peranan penting untuk keberlangsungan hidup, makanya mutlak untuk dijaga dan dilindungi,” katanya.


 
Upaya pemulihan hutan melalui rehabilitasi dan restorasi ekosistem, menjadi salah satu cara untuk mencegah semakin banyaknya lahan kritis di kawasan TNGGP. Karena dikhawatirkan kedepan akan terancam terdegradasi, akibatnya maraknya penggarapan lahan dan perburuan.


 
“Ancaman terhadap kawasan semakin meningkat, karena dekat dengan wilayah perkotaan, makanya dengansebuah kesepakatan ini bersama mengusung program kerja menjaga keanekaragaman hayati berbasis pemberdayaan masyarakat yang dijalankan sampai tahun 2019 nanti,” tandasnya. (bis)

Komentar