Minggu, 22 Januari 2017 - Pukul 17:04

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan
OLEH: Heri

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan…

>> more

healthy life

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

Nyamuk tercatat sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia dengan jumlah korban melayang hingga 2 juta jiwa per tahun.

>> more

good news

Pengunggah Kebohongan di Medsos Akan Ditindak Tegas

Oleh: kliksaja.co - Kamis 29 Desember 2016 | 23:16 WIB

Pengunggah Kebohongan di Medsos Akan Ditindak Tegas

BERITACIANJUR.COM - Pemerintah akan melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang menggunakan media sosial (medsos) untuk mengunggah informasi yang menjurus kepada provokasi, agitasi, propaganda, menyesatkan, pengelabuan, kebohongan, dan melakukan ujaran-ujaran kebencian kepada pihak lain.

 

“Ini bukan, bukan tindakan sewenang-wenang. Tapi keras seperti ini, tegas seperti ini, demi kemaslahatan kita bersama agar masyarakat lebih tenteram, lebih tenang, lebih damai, sehingga kita dapat melakukan satu pembangunan yang bermanfaat untuk banyak orang,” kata Menko Polhukam Wiranto dilansir setkab.go.id, Kamis (29/12/2016).

 

Menko Polhukam memperingatkan kepada para pembuat berita-berita yang menyesatkan itu supaya menghentikan aksinya. Ia menegaskan, kritik boleh tetapi hentikan cara-cara yang tidak tepat.

 

Ia menegaskan, cara-cara yang membangkitkan intoleransi, radikalisme, dan yang mendorong terjadinya terorisme harus dihentikan.

 

“Nyata-nyata ke tiga hal itu, terorisme, radikalisme, intoleran sangat merugikan persatuan kita, merugikan kepentingan bangsa, merugikan pembangunan nasional, merugikan kebersamaan kita sebagai bangsa,” tegas Wiranto.

 

Oleh karena itu, Menko Polhukam berharap masyarakat lebih selektif dan objektif untuk menyisir berita-berita yang benar dan tidak benar atau berita-berita yang sehat maupun yang tidak sehat.

 

“Kepada masyarakat kita harapkan supaya lebih waspada terhadap upaya-upaya yang berupa provokasi, berupa agitasi, dan berupa propaganda dari pihak-pihak lain yang ingin membangun pemahaman yang berbeda terhadap pemerintah yang saat ini sedang menjalankan suatu proses pembangunan skala serius dan sungguh-sungguh,” imbuhnya.

Komentar