Kamis, 27 April 2017 - Pukul 15:56

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

bad news

2 Airsoft Gun Terkait Pembunuhan di Pulomas Ditemukan di Sungai Cikeas

Oleh: kliksaja.co - Sabtu 31 Desember 2016 | 14:11 WIB

2 Airsoft Gun Terkait Pembunuhan di Pulomas Ditemukan di Sungai Cikeas

BERITACIANJUR.COM - Dua senjata jenis airsoft gun yang terkait dengan kasus pembunuhan di Pulomas di sungai Cikeas, Jumat, 30 Desember 2016.

 

Tim penyidik gabungan Polda Metro Jaya, sebelummnya juga menemukan barang bukti airsoft gun dan senjata tajam di sebuah rumah di Depok.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, dalam rilisnya ke media mengungkapkan, barang bukti ini ditemukan dekat tempat sampah di pinggir sungai Cikeas di Tapos, Cibinong, Kota Depok.

 

 

Barang bukti itu berupa dua airsoftgun. Senjata itu terbungkus tas plastik putih dan hitam.

 

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya telah menangkap tiga pelaku pembunuhan sadis tersebut. 

 

Ramlan Butarbutar tewas ditembak, sedang Erwin Situmorang ditembak kakinya dalam penyergapan di Rawalumbu, Bekasi. 

 

Satu pelaku lain Alfrins Sinaga ditangkap di Bekasi Utara. 

 

Satu tersangka lain masih dalam pengejaran petugas (DPO).

 

Kawanan ini menyekap 11 penghuni rumah dalam kamar mandi sempit tak berventilasi. 

 

Enam orang tewas karena kekurangan oksigen, Ir Dodi Triono (59) bersama dua putrinya, seorang teman anaknya dan dua sopir.

 

Lima orang lain yang selamat adalah Zanette, anak Dodi, dan empat wanita pembantu. Mereka masih dirawat di RS Kartika Pulomas.

Komentar