Selasa, 21 Pebruari 2017 - Pukul 12:09

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal
OLEH: Heri Febriyanto

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal

Mulai lunturnya kecintaan dan minat generasi muda terhadap budaya tradisional lokal, menjadi perhatian serius bagi Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi. Sebagai…

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk…

>> more

bad news

Sebelum Beraksi di Pulomas, Para TSK Patungan Masing-masing Rp1 Juta

Oleh: kliksaja.co - Selasa 03 Januari 2017 | 07:00 WIB

Sebelum Beraksi di Pulomas, Para TSK Patungan Masing-masing Rp1 Juta

BERITACIANJUR.COM - Setelah semuanya berhasil ditangkap, diketahui para pelaku sebelum melakukan aksi perampokan di rumah arsitek kaya Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomer 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur,  terlebih dahulu patungan uang.

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan,  diperiksa pelaku mengaku mekukan patungan atau urunan uang masing-masing Rp 1 juta.

 

“Untuk kegiatan perampokan ini ada urunan (patungan) dari empat orang sebesar Rp1 juta, modal sewa kendaraan dan makan. Sebelum aksi, mereka kumpul di rumah Ramlan di Bekasi,”kata Kombes Pol RP Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/1/2017).

 

“Begitu di Pulomas, mereka melihat ada orang keluar bawa kursi dari rumah Dodi. Ius Pane masuk duluan mengecek pintu pagar hanya digerendel tidak dikunci. Akhirnya, masuk ke rumah korban,”terang Kombes Pol RP Argo Yuwono.

Komentar