Selasa, 21 Pebruari 2017 - Pukul 12:09

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal
OLEH: Heri Febriyanto

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal

Mulai lunturnya kecintaan dan minat generasi muda terhadap budaya tradisional lokal, menjadi perhatian serius bagi Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi. Sebagai…

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk…

>> more

inspirasi

Nenek Sebatang Kara Tempati Rumah Tak Layak

Oleh: Apip Samlawi - Selasa 03 Januari 2017 | 15:30 WIB

Nenek Sebatang Kara Tempati Rumah Tak Layak

BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Rumah bilik Noneng (63) warga Kampung Cikadu Rt 02 Rw03, Desa Sukratu, Bojongpicung, sudah reyot bahkan nyaris ambruk. Nenek yang hidup sebatang kara tersebut memilih bertahan sembari menunggu uluran tangan.

 

Rumah berukuran 2x1,5 meter itu kondisinya sudah lapuk, reyot miring ke kiri didalamnya hanya ada kasur, bantal  dan perabotan rumah tangga.  Selama ini tak pernah memiliki penghasilan tetap kecuali mengandalkan bantuan orang lain.

 

Menurut Noneng, rumah yang ditempatinya sejak tahun 1980 diperoleh dari  hasil swadaya masyarakat dan sekarang kondisinya sudah rusak parah. Ia mengaku selama ini mengandalkan  tetangganya, untuk bekerja  di sawah. Namun disaat musim peceklik maka hanya menunggu belas kasihan orang lain.

 

"Selama hidup Emak tak pernah nikah dengan siapapun, hingga tak memiliki anak. Rumah panggung ini dibangun hasil gotong royong warga pada tahun 1980 dn sekarang sudah reyot," ucapnya.

 

Ketua RT setempat,  Endang  menjelaskan, kehidupan warganya tersebut tergolong miskin karena hiudp sebatang kara yang menghuni gubuk reyot. Selama ini untuk makan sehari-hari mengandalkan belaskasihan para tetangganya.

 

Sementara itu Kades Sukaratu, Ahmad Hidayat menambahkan, pihaknya sudah berupaya mengajukan perbaikan rumah tidak layak huni ke sejumlah instansi sehingga menjadi skala prioritas untuk diperbaiki.

 

“Kalau disini itu ada 60 unit rumah yang sudah tidak layak ditempati sehingga perlu segera diperbaiki. Kondisi paling parah ada sekitar 10 unit rumah termasuk milik Noneng ,mohon segera dibantu untuk  diperbaiki supaya tidak riskan ambruk saat turun hujan besar,  ucapnya. (ree)

Komentar