Selasa, 21 Pebruari 2017 - Pukul 12:07

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal
OLEH: Heri Febriyanto

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal

Mulai lunturnya kecintaan dan minat generasi muda terhadap budaya tradisional lokal, menjadi perhatian serius bagi Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi. Sebagai…

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk…

>> more

traveling

Potensi Waduk Jangari Tak Dioptimalkan dengan Baik

Oleh: Apip Samlawi - Rabu 04 Januari 2017 | 11:30 WIB

Potensi Waduk Jangari Tak Dioptimalkan dengan Baik

BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Keindahan alam waduk Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande saat ini kurang dioptimalkan dengan baik. Sehingga tidak sedikit wisawatan dikecewakan karena minimnya sarana parkir , semrawutnya penataan warung hingga sulitnya toilet.

 

Padahal Jangari juga sekarang sudah mendapatkan perhatian wisatawan asing asal timur tengah yang ingin menikmati wisata air. Namun kondisi tersebut tidak diimbangi dengan pengelolaan wisata jangari yang lebih baik lagi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

Wisatawan asal Depok, Ujang Muhidin (45) mengeluhkan, tujuannya ke Cianjur untuk berjumpa dengan saudara yang berada di Kecamatan Bojongpicung dan sekaligus ingin berlibur menikmati hamparan genangan air waduk Cirata- Jangari.

 

“Saya terkejut saat memasuki areal wisata jangari lantaran sulit mencari tempat parkir mobil, hingga memutuskan untuk balik lagi keluar. Tujuannya akan mencari lagi  tempat wisata air lainnya yang sekiranya nyaman, aman dan lokasinya indah dipandang tidak seperi di Jangari,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kades Bobojong, Ayi Abdul Hakim menjelaskan, tempat wisata Jangari sekarang ini tak seramai waktu lalu, karena lokasinya sudah kurang bersahabat dengan para pengunjung.  Sulitnya lahan parkir, jarangnya toilet, tempat berteduh dan banyak lagi sarana yang harus dibangun.

 

“Kita akan melakukan pendekatan dengan Pemkab Cianjur, supaya lahan HGU seluas kurang lebih 15 Hektar dibangunkan tempat parkir, toilet umum dan  tempat berteduh. Agar benar-benar para pengunjung betah saat masuk kesini dan nantinya akan mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

 

Selain itu, pihaknya meneruskan, Desa Bobojong tidak hanya memiliki tempat wisata Jangari saja, meliliki petani yang melaksanakan mina padi yakni menanam padi disertai tanam berbagai jenis ikan, seperti Ikan Nila, mas, bawal, Patin, Lele dan jenis  lainnya.

 

“Para petani pengrajin Minapadi perlu pula adanya pembinaan yang konsensus supaya benar mampu untuk meningkatkan ekonominya, bila perlu dibentuk koperasinya supaya menjual hasil ikan tidak terlalu ditekan para spekulan,” ucapnya. (ree)

Komentar