Selasa, 17 Januari 2017 - Pukul 13:51

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tempe, Makanan Sehat yang Semakin Diminati Masyarakat Kanada
OLEH: Rudi Rusmana

Tempe, Makanan Sehat yang Semakin Diminati Masyarakat Kanada

Tempe yang menjadi makanan sehari-hari di Indonesia, kini semakin diminati oleh banyak kalangan di Kanada.

>> more

healthy life

Dampak Media Sosial Terhadap Kejiwaan

Dampak Media Sosial Terhadap Kejiwaan

Salah satu hal yang paling menonjol di abad ke-21 adalah kemajuan media. Peran media dalam menyebarkan informasi sangat penting dan tak bisa dianggap remeh.

>> more

traveling

Jangari Perlu Pengembangan Lahan

Oleh: Apip Samlawi - Rabu 04 Januari 2017 | 15:00 WIB

Jangari Perlu Pengembangan Lahan

BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Potensi Desa Bobojong, Kecamatan Mande, memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar untuk dikembangkan. Genangan air waduk Cirata di Kampung Jangari salah satunya.

 

Meski sekarang sudah menjadi objek wisata, namun keberadaannya masih perlu dikembangkan dengan serius. Mengingat, para pengunjung yang datang ke lokasi tidak hanya wisatawan domestik saja.

 

Belum maksimalnya ketersediaan fasilitas dilokasi, seperti terbatasnya lahan parkir dan jarangnya toilet bersih untuk pengunjung, menjadi kendala tersendiri untuk pengembangan lokasi wisata Jangari.  Dengan adanya itu, perlu kiranya obyek wisata Jangari ini dikelola secara serius, supaya para wisatawan kerasan dan betah.

 

Salah seorang pengunjung, Ujang Muhidin (45) warga Kampung Jati Jajar RT 03/08, Kelurahan  Jatijajar, Kecamatan Cibinong, Kota Depok saat ditemui BC dilokasi, mengaku terpaksa mengurungkan niatnya berwisata di Jangari, dikarenakan sulitnya mencari tempat parkir kendaraan.

 

“Tadinya saya bersama rombongan keluarga mau berwisata disini (Jangari,red). Tapi lahan parkir sudah penuh sekali. Makanya, saya memutuskan untuk balik lagi keluar dan akan mencari tempat wisata air lainnya yang sekiranya nyaman, aman dan lokasinya indah dipandang,” ujarnya, Selasa (3/1).

 

Kepala Desa Bobojong H. Ayi Abdul Hakim mengatakan, sekarang ini pengunjung yang datang ke tempat wisata Jangari memang tak seramai dulu. Salah satu penyebabnya, kata dia, lokasi yang ada sekarang ini sudah harus segera diperluas.

 

Terkait itu, Ayi mengaku, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan Pemerintahan Kabupaten Cianjur, supaya lahan HGU seluas 15 Ha yang tak jauh di lokasi bisa dibebaskan untuk digunakan sebagai lahan parkir.

 

“Kalau dikembangkan dan dikelola serius, pengunjung bisa kerasan. Otomatis nantinya bisa mendorong peningkatan PAD Desa,”tandasnya. (bis)

Komentar