Selasa, 17 Januari 2017 - Pukul 13:49

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tempe, Makanan Sehat yang Semakin Diminati Masyarakat Kanada
OLEH: Rudi Rusmana

Tempe, Makanan Sehat yang Semakin Diminati Masyarakat Kanada

Tempe yang menjadi makanan sehari-hari di Indonesia, kini semakin diminati oleh banyak kalangan di Kanada.

>> more

healthy life

Dampak Media Sosial Terhadap Kejiwaan

Dampak Media Sosial Terhadap Kejiwaan

Salah satu hal yang paling menonjol di abad ke-21 adalah kemajuan media. Peran media dalam menyebarkan informasi sangat penting dan tak bisa dianggap remeh.

>> more

aktualita

Panglima TNI Ingatkan Negara Lain Tidak Remehkan Pasukan Indonesia

Oleh: kliksaja.co - Kamis 05 Januari 2017 | 22:34 WIB

Panglima TNI Ingatkan Negara Lain Tidak Remehkan Pasukan Indonesia

BERITACIANJUR.COM - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Gator Nurmantyo mengingatkan kepada militer negara lain agar tidak main-main terhadap angkatan bersenjata yang dipimpinnya.


Menurut Gatot, pasukannya siap mati demi doktrin dan ideologi yang selama ini dipegang teguh bangsa.


“Di setiap pasukan khusus itu doktrin terhadap ideologi harus diberikan luar biasa, sehingga benar-benar mencintai. Kepada musuhnya pun harus didoktrin juga bahwa itu musuh,” ujar Gatot di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017).


Ia menegaskan, setiap pasukan khusus yang dikirim dalam sebuah operasi, maka mereka sudah siap mati. Gatot menggunakan istilah one way ticket atau tidak ada tiket untuk pulang.


“Sehingga pada saat tugas operasi, pasukan khusus itu operasinya one way ticket. Dia rela untuk itu,” tegasnya.


Pernyataan Panglima TNI ini, merupakan tindak lanjut keputusannya menghentikan kerjasama dengan Australian Defence Force (ADF) yang dianggap telah menghina Pancasila dan kehormatan TNI.

Komentar