Minggu, 19 Pebruari 2017 - Pukul 23:29

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal
OLEH: Heri Febriyanto

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal

Mulai lunturnya kecintaan dan minat generasi muda terhadap budaya tradisional lokal, menjadi perhatian serius bagi Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi. Sebagai…

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk…

>> more

good news

Panglima TNI Ingatkan Negara Lain Tidak Remehkan Pasukan Indonesia

Oleh: kliksaja.co - Jumat 06 Januari 2017 | 11:00 WIB

Panglima TNI Ingatkan Negara Lain Tidak Remehkan Pasukan Indonesia

kliksaja.co

BERITACIANJUR.COM - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gator Nurmantyo mengingatkan kepada militer negara lain agar tidak main-main terhadap angkatan bersenjata yang dipimpinnya.

 

Menurut Gatot, pasukannya siap mati demi doktrin dan ideologi yang selama ini dipegang teguh bangsa.

 

“Di setiap pasukan khusus itu doktrin terhadap ideologi harus diberikan luar biasa, sehingga benar-benar mencintai. Kepada musuhnya pun harus didoktrin juga bahwa itu musuh,” ujar Gatot di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017).

 

Ia menegaskan, setiap pasukan khusus yang dikirim dalam sebuah operasi, maka mereka sudah siap mati. Gatot menggunakan istilah one way ticket atau tidak ada tiket untuk pulang.

 

“Sehingga pada saat tugas operasi pasukan khusus itu operasinya one way ticket. Dia rela untuk itu,” tegasnya.

 

Pernyataan Panglima TNI ini merupakan tindak lanjut keputusannya menghentikan kerjasama dengan Australian Defence Force (ADF) yang dianggap telah menghina Pancasila dan kehormatan TNI.

Komentar