Minggu, 22 Januari 2017 - Pukul 17:06

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan
OLEH: Heri

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan…

>> more

healthy life

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

Nyamuk tercatat sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia dengan jumlah korban melayang hingga 2 juta jiwa per tahun.

>> more

bad news

Pembunuhan Perempuan Bos Angkot di Jembatan Citarum Diungkap Polresta Bogor

Oleh: Rustandi - Jumat 06 Januari 2017 | 13:20 WIB

Pembunuhan Perempuan Bos Angkot di Jembatan Citarum Diungkap Polresta Bogor

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Pembunuhan terhadap wanita bos angkot di Jembatan Citarum, Cianjur, beberapa waktu lalu. Berhasil dibongkar Tim Alfa Force Polresta Bogor, Rabu (4/1/2016) kemarin, setelah salah satu Pelaku Uci Sanusi (29) berhasil ditangkap polisi.

 

Keterangan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Suyudi Ario Seto didampingi Kasat Reskrim, Kompol Candra Sasongko, saat jumpa pers, menyebutkan, korban bernama Sintia (30) dihabisi pelaku Uci yang ternyata suami korban

 

Pembunuhan, dilakukan Uci, warga Kampung Muara Babadak Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor ,bersama tiga tersangka lainnya. Modus pelaku, mengajak sang Istri pergi ke salah satu kerabatnya di Cianjur.

 

Setelah dibunuh, dengan cara dijerat seutas tali di dalam mobil avanza hitam, korban dibuang di salah satu hutan di Kabupaten Garut. Setelah mengorek keterangan dari Uci, satu pelaku lainnya bernama Darman, bersahil diamankan. Kini, tinggal dua tersangka yang masih dalam kejaran polisi.

 

Kombes Sayudi Ario Seto, memaparkan, pelaku menyewa sebuah mobil avanza hitam untuk menghabisi nyawa istrinya. Bersama Darman, otak pelaku pembunuhan Uci menjemput istrinya, dan berangkat ke Cianjur.

 

Memasuki daerah Cianjur, dua orang pelaku lain yang kini masih buron, ikut dalam mobil yang kendarai Uci. Tanpa menaruh curiga, Sintia yang berada dipinggir Suaminya di depan Mobil,  tetap santai hingga memasuki kawasan Jembatan Citarum.

 

Darman dan dua pelaku yang duduk di bangku tengah, langsung menjerat korban dengan tali yang sebelumnya dibeli Darman di salah satu warung. Uci yang berada di di samping istrinya, hanya diam dan terus mengendari kendaraan.

 

“Saat korban sudah tak bernyawa, Darman ambil alih setir dan Uci pindah ke belakang. Mayat lalu disandarkan ke jok mobil sebelum akhirnya dimasukan ke terpal mobil. Setelah terbungkus, jasad dipindahkan ke jok belakang. Mobil lalu mengarah ke Garut. Di hutan belantara yang gelap, jasad dibuang. Setelah itu pelaku balik. Dua turun di Cianjur, tersangka Uci dan Darman pulang ke Bogor,”kata Kombes Suyudi.

 

Menurut Kapolresta, pembunuhan dilatarbelakangi ketersingunggan pelaku terhadap istrinya Sintia, yang dinilai melewati batas. Pelaku sempat dilempar piring, saat menolak permintaan istrinya.

 

“Awalnya korban meminta pelaku mengantar sesuatu barang, namun karena pelaku yang kurang sehat usai mencari penumpang lalu menolak. Korban lalu marah dan menendang serta melempar piring ke punggung pelaku. Tak terima diperlakukan kasar, pelaku lalu merencanakan pembunuhan,”kata Kombes Suyudi.

 

Aksi sadis ini terbongkar, imbuh Kapolresta Suyudi, saat petugas menemukan gigi palsu korban di Gang Aut Kampung Padasuka Kelurahan Gudang Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor.

 

Selain itu, adanya petunjuk dari Bank Mandiri, jika ada seorang perempuan dan seorang pria yang tidak mampu menunjukan identitas sesuai data di bank, ketika hendak melakukan penarikan tunai di teler.

Komentar