Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 01:16

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

bad news

Diduga Pungli, Belum Disanksi

Oleh: Rikky Yusup - Jumat 06 Januari 2017 | 15:20 WIB

Diduga Pungli, Belum Disanksi

Net/Ilustrasi

Oknum PNS Penghulu MT Berkilah, Kemenag Bakal Mengkonfrontir

 

BERITACIANJUR.COM - Upaya pemberantasan pungli di tubuh kementerian agama (Kemenag) Cianjur terlihat masih setengah hati. Indikasinya, penindakan terhadap oknum PNS Penghulu berinisial MT hingga sebulan ini belum ada kejelasan.

 

Kasus yang menyeret MT bermula saat yang bersangkutan menjanjikan penerbitan buku nikah dengan memasang harga Rp.900 ribu. Celakanya apa yang dijanjikan MT tidak terbukti bahkan data pasangan yang menikah juga hilang. Parahnya lagi, MT juga tak mau mengembalikan uang yang diberikan keluarga yang menikah itu dengan dalih tidak mau mengakui perbuatan.

 

Saat dihubungi setelah melaksanakan kegiatan pembinaan kepada seluruh Kepala KUA, Kasi Binmas Kemenag Cianjur, Hipni memberikan jawaban mengejutkan. Jika selama ini pihaknya sudah mendapatkan informasi dari MT namun dari korban belum dimintai keterangan.

 

“Kalau informasi dari MT itu dia menolak dituduh telah melakukan pungli dan juga mengaku tidak pernah menikahkan,” katanya kepada awak media.

 

Namun saat disinggung alasan tidak dimintai keterangan dari pihak lain, Hipni malah tidak memberikan jawaban tegas. Hanya saja dia berjanji akan melakukan konfrontasi dengan pihak korban dari keluarga mempelai. Kita minta waktunya hingga senin (9/1), nanti kita pertemukan untuk membuktikan kebenarannya,” imbuhnya.

 

Setelah sebulan berlalu, rupanya Kasubbag Kepegawaian Kemenag Cianjur, Didin Solihin baru sebatas mengorek keterangan MT. Padahal korban sempat dijanjikan akan dimintai keterangan namun tak kunjung direalisasikan.

 

“Kalau inikan baru pemeriksaan sepihak dari MT jadi belum selesai, nanti kita akan minta keterangan juga kepada korbannya,” ungkapnya.

 

Sayangnya dia enggan menjelaskan ihwal lambannya pemrosesan terhadap MT tersebut, tanpa memberikan alasan yang jelas. Didin berjanji pihaknya akan segera berkoordinasi kembali untuk penanganan lebih lanjut.

 

Terpisah dari pihak pelapor, Dadan (40) mengaku siap jika dirinya dikonfrontir dengan MT untuk membuktikan fakta yang sebenarnya. Bahwa yang disampaikan tersebut tidak mengada-ngada bahwa sudah disampaikan secara terbuka kepada jajaran Kemenag Cianjur.

 

“Katanya dari pihak Kemenag Cianjur mau menghubungi tapi kenyataannya sudah sebulan ditunggu gak ada kabarnya. Saya berharap MT mengakui perbuatan karena ada banyak saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Saya siap dipertemukan dengan MT sehingga MT juga tidak ada alasan untuk menghindar dari perkara ini,” ungkapnya. (ree)

 

Komentar