Sabtu, 29 April 2017 - Pukul 00:51

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Padi Percontohan Bisa Dijadikan Alternatif Baru Untuk Petani

Oleh: Heri - Jumat 06 Januari 2017 | 15:30 WIB

Padi Percontohan Bisa Dijadikan Alternatif Baru Untuk Petani

BC/Heri

BERITACIANJUR.COM - Tanaman padi percontohan jenis Ciherang seluas kurang lebih enam ribu meter milik Distributor Pupuk Organik Cair PT Sayogi Investama Sajati (SIS)  yang menggunakan pola tanam Hazton dan Jajar Legowo di Kampung Sumur Sari,  Desa Mekarsari,  Kecamatan Cianjur.  Ternyata mampu memberikan hasil yang memuaskan di bandingkan pola tanam biasa yang umumnya digunakan masyarakat.

 

Hasil perhitungan petugas dari Kantor Cabang Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kecamatan Cianjur menunjukkan, dari 50 kilogram benih padi dengan menggunakan dua pola tanam tersebut mampu menghasilkan 6,7 ton per hektar. Lebih banyak 2 kwintal dari pola tanam yang digunakan petani sekitar, yakni rata-rata 6,5 ton per hektar.

 

“Benih padi yang digunakan di lahan ini hanya 50 kilogram dari maksimal dan hasilnya sangat bagus,” ujar Kepala KCD Pertanian Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kecamatan Cianjur, Ajat Sudrajat, Kamis (5/1/2017).

 

Dijelaskannya, khusus untuk pola tanam Hazton, setelah dihitung rata-rata mampu menghasilkan 8 ton per hektar. Sedangkan untuk pola tanam Jajar Legowo hampir sama bagusnya dengan Hazton, yakni 7 ton per hektar.

 

“Hitungan ini berdasarkan sample yang kita ambil dari masing-masing pola tanam,” katanya.

 

Menurutnya, pola tanam yang bagus dengan hasil yang maksimal tentunya harus didukung kualitas benih, pemberian pupuk serta disesuaikan dengan kondisi cuaca yang ada. “Kalau didukung oleh beberapa faktor tadi, tentunya padi yang dihasilkan akan banyak dan kualitasnya bagus,” tandasnya didampingi

 

Sementara itu Perwakilan PT Indo Acidatama selaku produsen pupuk organik cair Pomi dan BeKa, Taufiq, mengaku puas dengan hasil tanaman padi percontohan milik PT Sayogi Investama Sajati.

 

“Tanaman padi percontohan ini sejak dari awal tanam menggunakan pupuk organik jenis Pomi dan BeKa produksi kami, hasilnya sangat bagus dan tahan terhadap serangan hama. Kami hanya menggunakan sebanyak tujuh liter pupuk organik cair Pomi kuning dan tiga liter BeKa,” katanya.

 

Selain penggunaan pupuk organik, pola tanam yang tepat juga mempengaruhi terhadap hasil panen. Dari mulai tepat dosis, waktu, benih serta perlakukan, karena jika ada yang tidak tepat hasilnya tentu akan berbeda.

 

“Hasil dari pupuk organik buatan kami bisa dilihat, tidak ada terlihat batang padi yang roboh dan ini merupakan salah satu hasil kerja bakteri,” tandasnya. (ree)

Komentar