Minggu, 19 Pebruari 2017 - Pukul 23:29

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal
OLEH: Heri Febriyanto

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal

Mulai lunturnya kecintaan dan minat generasi muda terhadap budaya tradisional lokal, menjadi perhatian serius bagi Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi. Sebagai…

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk…

>> more

good news

Penataan Perlintasan Jalan Lingkar Timur Semakin Tidak Karuan

Oleh: Nuki Nugraha - Senin 09 Januari 2017 | 13:00 WIB

Penataan Perlintasan Jalan Lingkar Timur Semakin Tidak Karuan

BC/Nuki Nugraha

 

BERITACIANJUR.COM - Instruksi Mantan Bupati Cianjur, Tjetjep Muhctar Soleh, melarang pembangunan di sepanjang ruas Jalan Lingkar timur alias JLT, tidak digubris.

 

Sepanjang bahu kanan kiri ruas Jalan Lingkar Timur (JLT)mulai disesaki bangunan. Tidak adanya pengawasan dan ketegasan dari instansi berwenang, disinyalir menjadi salah satu penyebab maraknya bangunan baru di lokasi itu.

 

Berdasarkan pantauan BC, Minggu (8/1/2017), sepanjang bahu JLT saat ini muncul puluhan bangunan baru, beberapa diantaranya terlihat masih dalam tahap pembangunan. Bahkan salah satu bangunan yang pernah disidak mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh pada 2014 lalu, saat ini telah rampung dibangun. Tidak hanya itu, lahan dibelakang bangunan terlihat sedang berjalan pembangunan berlantai dua.

 

Keberadaan bangunan-bangunan itu cendrung memanfaatkan langsung ruas JLT sebagai pintu masuk ke lokasi dimana bangunan berdiri. Padahal sudah jelas kalau ruas JLT termasuk jalur cepat.

 

Penertiban bangunan di ruas jalan JLT sempat dilakukan kembali oleh aparat pemerintah pada awal tahun 2015. Menyusul dilayangkannya surat intruksi langsung dari Bupati Cianjur, Tejtjep Muchtar Soleh melalui surat nomor : 300/484/INFRA, perihal Instruksi Penertiban Bangunan

 

Dalam isi suratnya bupati meminta Satpol PP untuk segera melakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan dan aktivitas sepanjang jalan arteri Primer Lingkar Timur. Soalnya dikhawatrikan akan menghambat pelaksanaan jalur jalan Lingkar Timur tahap II.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dedi Supriadi melalui Kepala Bidang Jasa Kontruksi dan Bina Teknik, Ahmad Nugraha mengatakan, JLT memang termasuk jalur cepat. Menurutnya, kalau aturan memang jelas menyatakan pemanfaatannya tidak boleh untuk pembangunan dan sebagainya, tentunya sangat jelas tidak akan berobah.

 

“Setahu saya, kanan kiri JLT itu banyak lahan-lahan yangmemang aset milik pemda, dan saat ini harus didata ulang. Karena bangunan di sepanjang jalur itu tidak melalui perijinan,”ujar Ahmad Nugraha saat dihubungi, Minggu (8/1/2016).

 

Sebenarnya jelas Ahmad, masalah kepentingan daerah di dalam memanfaatkan jalan nomor satu itu kaitan terkait fungsi statusnya yang harus dijaga itu. Terkait pembangunan di kanan kiri jalan selama aturan tata ruangnya itu tidak menyalahi, tapi ada persyaratan tertentu itu tidak jadi masalah

 

Sementara itu pengamat kebijkan publik, Adang Ibnu Bakr menilai, baiknya Pemkab segera mendata kembali bangunan-bangunan yang ada disepanjang ruas JLT. Jikalau memang terbukti menyalahi aturan, apalagi memang tidak memiliki kelengkapan izin, tindakan tegas harus segera dilakukan.

 

“Sekarang ini kan Bupati tengah gencar-gencarnya melakukan penataan kota. Nah, baiknya penataan di JLT juga harus dilakukan, sehingga bisa mendukung perwajahan kota Cianjur yang sekarang ini sedang permak abis,”tandansya. (nuk)

Komentar