Minggu, 22 Januari 2017 - Pukul 17:07

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan
OLEH: Heri

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan…

>> more

healthy life

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

Nyamuk tercatat sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia dengan jumlah korban melayang hingga 2 juta jiwa per tahun.

>> more

good news

Dampak Perubahan Struktur Berubah, Masih Sibuk Tata Ruang Kerja

Oleh: Heri - Senin 09 Januari 2017 | 13:15 WIB

Dampak Perubahan Struktur Berubah, Masih Sibuk Tata Ruang Kerja

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Pasca perombakan besar-besaran  pejabat dan perampingan Organisasi Perangkat Daerah dil lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cianjur. Sejumlah jabatan struktural di kecamatan juga kena imbasnya, dari 32 kecamatan sebanyak 12 diantaranya juga mengalami perampingan.

 

Akibatnya,  disaat pihak kecamatan dituntut harus memberikan pelayanan yang maksimal.  Namun di sisi lain, mereka masih berkutat dengan kesibukan menata ruangan kerja karena disesuaikan dengan perubahan struktur.

 

Seperti yang terjadi di Kantor Kecamatan Sukaresmi, pasca pelaksanaan pelantikan di Pendopo Cianjur beberapa waktu lalu.  Mereka masih sibuk melakukan penataan ruangan, karena mengikuti perubahan nomenklatur kecamatan.

 

Yakni Kasi Pemerintahan yang awalnya terpisah, sekarang digabung dengan Kasi Pemberdayaan Masyarakat.  Begitu juga Kasi Trantib sekarang digabung dengan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

 

"Dulu ruangannya masing-masing,  sekarang untuk lebih efektifitas dua ruangan disatukan.  Tapi tergantung kebijakan camatnya,  apakah mau disatukan atau tidak.  Intinya dari empat kasi berkurang menjadi tiga kasi, " ujar Camat Sukaresmi, Badru kepada "BC", Minggu (8/1/2016).

 

Meski terjadi perampingan struktur di kecamatan,  Badru menegaskan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat.  Karena perubahan ini sudah biasa terjadi di lingkungan kerja pemerintahan daerah.

 

"Biasa-biasa saja,  tidak terlalu berpengaruh signifikan karena sudah berdasarkan hasil kajian bahwa beberapa jabatan struktural di Kecamatan Sukaresmi perlu digabung, " tandasnya.

 

Justru Badru melihat,  penggabungan dua jabatan menjadi satu agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efektif dan efisien.  Tinggal bagaimana penempatan pejabat yang dipercaya mengisi masing-masing posisi tersebut. (ree)

Komentar