Kamis, 30 Maret 2017 - Pukul 11:50

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Bangunan Kaligrafi Asmaul Husna Jadi Buruan Kaula Muda

Oleh: Apip Samlawi - Senin 09 Januari 2017 | 14:30 WIB

Bangunan Kaligrafi Asmaul Husna Jadi Buruan Kaula Muda

BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Usai dibangunnya sebanyak 14 panel Kaligrafi Asmaul Husna yang ditempel di kiri kanan tebing pinggir ruas Jalan Raya eks Tol Citarum, tepatnya di Kampung Sukamaju dan Kampung Panaruban, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, kini lokasi itu menjadi buruan bagi para kaula muda dari berbagai daerah.

 

Seperti halnya muda mudi yang berdatangan selain dari daerah sekitar juga dari Kabupaten Bandung Barat dan lainnya, terutama pada saat sore menjelang maghrib hingga malam hari, karena di lokasi tersebut menjadi terang oleh banyaknya lampu yang dipasang dan terlihat begitu indah. Mereka pun (Muda mudi) terlihat jalan-jalan, nongkrong, dan berselfi ria dengan latar belakang kaligrafi.

 

Ujang Syarif Hidayat (23), warga Kampung Nyomplong, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, beralasan karena di lokasi terlihat indah utamanya pada malam hari, hingga ia bersama rekannya datang ke lokasi itu dengan tujuan hanya ingin jalan-jalan, nongkrong sambil melihat keindahan tulisan Kaligrafi Asmaul Husna pada malam hari dan sekaligus selfi bersama temannya.

 

"Indahnya taman dan kaligrafi di pinggir jalan eks tol Citarum itu sudah menjadi buah bibir kaula muda Kabupaten Bandung Barat, karena selain indah juga bisa dijadikan tongkrongan dan jalan-jalan. Apalagi setelah dibangunnya rest area Citarum, mungkin akan lebih ramai lagi, akan dikunjungi banyak orang," bebernya.

 

"Saya datang ke sini diajak teman ingin mengetahui ramainya di Jalan Ciratum, setelah dibuktikan dilihat dari dekat memang benar indah, nyaman, dan jauh dibanding sebelumnya. Padahal, sebelumnya lokasi tersebut terkesan kumuh, apalagi pada malam hari, suasananya gelap dan menyeramkan,” imbuh Ujang.

 

Sementara itu, Endang Sukmana (19) pemuda asal Kampung Kiara, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, saat ditanya tentang tulisan kaligrafi itu menjelaskan, dirinya sama sekali tidak berkaitan dengan 14 panel yang ditempel di tebing tulisan Kaligrafi Asmaul husna, namun datang karena diajak temannya nongkrong, selfi, dan jalan–jalan saja karena ramai banyak orang.

 

“Saya datang ke sini (Jalan Citarum) hanya diajak teman untuk jalan-jalan, nongkrong, dan selfi. Karena Jalan Citarum jadi ramai dikunjungi orang, mengenai tulisan Kaligrafi Asmaul Husna yang ditempel di 14 panel sama sekali tidak tahu dan tidak bisa membacanya,” akunya.

 

Restiawan (45), warga Kampung Sukamaju, Desa Haurwangi, mengatakan, bahwa baru-baru ini di pinggir ruas jalan raya eks tol Citarum sering dikunjungi banyak orang yang datang dari berbagai daerah, khusunya saat petang sampai malam hari, dan tidak sedikit para pengguna jalan raya yang sengaja berhenti hanya untuk beristirahat, berselfi sambil melihat keindahan taman dan indahnya tulisan Kaligrafi Asmaul Hunsa pada malam hari.

 

"Dengan begitu, diharapkan kepada Pemkab Cianjur, mohon segera rest area-nya segera dibangun. Karena baru pinggiran jalannya saja dibangun sudah dikunjungi banyak orang, karena kalau tidak segera dibangun takutnya di taman pinggir jalan dijadikan lagi tempat berjualan Cingcau, baso, dan dijadikan tempat jualan lainnya," harapnya.

Komentar