Minggu, 22 Januari 2017 - Pukul 17:07

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan
OLEH: Heri

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan…

>> more

healthy life

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

Nyamuk tercatat sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia dengan jumlah korban melayang hingga 2 juta jiwa per tahun.

>> more

makan enak

Terkenal Hingga Kota, Kue Kolontong Khas Cibanggala Terkendala Bahan

Oleh: Zenal Mustari - Senin 09 Januari 2017 | 14:45 WIB

Terkenal Hingga Kota, Kue Kolontong Khas Cibanggala Terkendala Bahan

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Pagi belum seutuhnya menyapa bumi, embun juga masih tertidur diujung daun menunggu ayam pelung berkokok di Kampung Coblong, RT 10/02, Desa Cibanggala, Kecamatan Campakamulya, Cianjur Selatan. Warga yang sudah terjaga selepas menunaikan Ibadah Sholat Shubuh, tampak begitu sibuk mempersiapkan adonan kue kgas asal Cibanggala.

 

 

Apalagi kalau bukan Kue Kolongtong, yang selama diproduksi masal sebagai usaha rumahan warga selain menjadi buruh tani. Kue dengan bahan dasar beras ketan dan gula aren buatan warga Cibanggala, memang menjanjikan rasa yang membuat lidah ketagihan. Berbeda dengan kue sejenisnya, kue kolontong asal Cibanggala ini, menyajikan sebuah revolusi rasa, yang membuat orang kota tak berpikir dua kali mencicipinya.

 

Sayang semakin bergesernya pola pertanian, warga sebagai pelaku usaha pembuatan kue kolontong, kini kesulitan mendapakan beras ketan, begitu pula dengan gula aren. Apalagi beberapa waktu lalu, pertanian padi ketan di Cibanggala, sempat mengalami gagal panen. Sementara, gula aren semakin susah didapat, karena pemeliharaan yang kurang membuat pohon aren mati begitu saja.\

 

Dijelaskan Dadan (50) warga setempat, pembuatan kue kolontong cibanggala, tidak lah begitu susah. Untuk beras keras sebanyak 4 liter, membutuhkan 1 Kg gula aren. Setelah semua bahan tersedia, baru proses pembuatan bisa dilaksanakan.

 

Kata Dadan, perama beras ketan ini dicuci sampai bersih kemudian di rendam selama 15 menit, lantas diangkat untuk dikeringkan. Setelah benar kering. Beras ketan ini dikukus diatas air mendidih sampai matang dan jika sudah matang, neras ketan ini diangkat lanjut di tumbuk hingga halus.

 

"Setelah benar halus, lalu dingkat untuk dituangkan kedalam wadah. Setelah itu semua dilaksanakan, kemudin diolah dibikin bentuk bulat, sebesar bola pingpong. Setelah bulat lalu dipres dengan mengunakan botol hingga menyerupai opak, kemudian dikasih lobang lantas setelah tru dijemur hingga benar kering," katanya kepada "BC" Minggu (8/1/2016) kemarin.

 

Setelah kering, terang Dadang, siapkan wajan berukuran besar lalu di taroh batu pasir yang sebelumnya sudah diberesihkan. Adonan kemudian disangarai hingga mengembang, kemudian diangkat untuk dilumuri gula aren.

 

" Proses akhir kembali dilakukan jemur ulang hingga lumuran gula yang cair itu menyatu jadi kering dan jika sudah benar kering dikemas kedalam kantong pelastik berukuran sedang," katanya.

 

Dadan mengaku, keterbatasa bahan produksi saat ini menyebabkan kemampuan membuat kue kolontong menurun. Sekarang sehari hanya mampu memproduksi 40 kantong, dengan harga satu kantong dibandrol Rp 5.000.

 

Ditemui terpisah, kepala Desa Cibanggal, Mahmud Romli mengatakan, kalau home industry kue kolontong dari Desa Cibanggalai memang sudah cukup terkenal hingga kota. Namau, terkenalnya kue kolontong itu tak dapat tembus bersekala besar.  Pasalnya. Kata Mahmud, pengrajin terkendala akan modal juga bahan dasar.

 

"Ya karena memang adanya sudah cukup lama maka siapun akan tahu nama  juga rasa dari kue kolontong ini. Hanya penjualan terbatas karena memang ada kendala bahan," tutupnya.

Komentar