Kamis, 27 April 2017 - Pukul 16:01

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Kenaikan Harga BBM Memberatkan Masyarakat

Oleh: Heri - Senin 09 Januari 2017 | 15:00 WIB

Kenaikan Harga BBM Memberatkan Masyarakat

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Kebijakan pemerintah pusat untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di keluhkan masyarakat Cipanas dan sekitarnya. Mereka meminta pemerintah agar kembali mengevaluasi kebijakan itu.

 

Seperti yang diutarakan salah seorang warga,  Hardy (35), sebagai masyarakat kecil dirinya tentu sangat keberatan dengan kenaikan BBM jenis Pertalite. Apalagi saat ini sangat sulit sekali untuk membeli Premium, baik di SPBU atau di tingkat eceran.

 

"Sekarang pemerintah mewajibkan masyarakat gunakan Pertalite,  tentu saya sangat keberatan. Belum lagi kalau beli eceran, jenis premium tidak ada dan hanya di SPBU saja," ujar Hardy, kepada "BC", Minggu (8/1/2016) kemarin.

 

Hardy berharap,  pemerintah bisa memikirkan kembali kebijakan menaikkan harga BBM yang terjadi saat ini. Termasuk rencana akan dinaikkannya harga Premium kedepan. "Kalau bisa pikirkan lagi rencana naikin harga BBM," harapnya.

 

Keluhan serupa juga diutarakan Dede (32),  kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan Pertalite saat ini akan memacu naiknya harga kebutuhan pokok di pasaran yang berakibat semakin sulitnya daya beli masyarakat.

 

"Sekarang listrik dan BBM sudah naik, pasti kebutuhan pokok di pasar juga akan ikut naik, " kata Dede.

 

Seharusnya,  sambung Dede,  pemerintah bisa memikirkan dengan matang dampaknya sebelum menaikkan tarif dasar listrik dan BBM.  Sebab, mau tidak mau masyarakat ekonomi menengah ke bawah harus berpikir keras untuk mengatur dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," tandasnya.

 

Dirinya berharap,  pemerintah bisa berfikir ulang dan mengkaji kenaikan listrik dan BBM. Jangan sampai masyarakat kecil semakin susah.

Komentar