Minggu, 22 Januari 2017 - Pukul 17:09

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan
OLEH: Heri

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan…

>> more

healthy life

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

4 Nyamuk Sumber Penyakit di Indonesia

Nyamuk tercatat sebagai salah satu hewan paling mematikan di dunia dengan jumlah korban melayang hingga 2 juta jiwa per tahun.

>> more

inspirasi

Tetap Bertahan Meskipun Gaji Dibawah UMR Pemerintah

Oleh: Angga Purwanda - Senin 09 Januari 2017 | 15:36 WIB

Tetap Bertahan Meskipun Gaji Dibawah UMR Pemerintah

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Teriknya panas matahari yang menyengat tubuh, tak menyurutkan Sri (48) seorang petugas kebersihan yang bertugas menyapu jalan di seputaran Jalan Siliwangi beranjak dari aktivitasnya.

 

Sudah hampir empat tahun, ibu dengan lima orang anak itu mengabdikan diri sebagai petugas kebersihan, yang saat ini berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur.

 

Namun, hingga kini  gaji yang di terimanya dari Pemkab Cianjur masih jauh dari kata layak, yakni di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

 

Banyaknya mobil angkutan kota yang berhenti di depan halte menunggu penumpang, yang sedikit membuat macet siang itu, tak mempengaruhi aktivitas Sri untuk terus menyapu jalanan dari berbagai sampah.

 

Sudah hampir lima  kali bolak balik di jalan tersbut. Perempuan yang memakai seragam warna orange yang mulai terlihat lusuh itu, tak pernah mengeluh melakukan tugasnya.

 

Walau Perempuan itu sudah bermandikan  keringat, tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya, saat melihat masyarakat dan pengguna jalan membuang sampah bekas jajanannya di sembarang tempat.

 

Justru, perempuan itu dengan sigap memungut plastik serta potongan kertas yang mengotori jalan. perempuan itu mendorong Tong sampah yang telah terisi setengahnya, sedikit tergopoh-gopoh meminggirkan tongnya agar tak tersenggol mobil angkot yang berhenti semau-maunya.

 

"Saya khawatir takut gak bisa nafkahi kelima anak saya dengan gaji Rp 900 ribu per bulan, sedangkan bayar kontrakan aja sebulan Rp 250 ribu, belum makan sehari-harinya," ucap Sri.

 

"Suami saya cuma kuli bangunan, gajinya 30 ribu sehari, rumah kontrakan saya cuma dua kamar kecil, kalau tidur ya sumpek-sumpekan," sambung perempuan paruh baya asal Cianjur Selatan ini yang ditemui di tengah kesibukannya menyapu jalanan.

 

Tak ada waktu libur, setiap hari ia harus bekerja mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. "Kalau lebaran tetep aja masuk, kalo sehari suka jadi beban takutnya banyak sampah yang menumpuk," ungkapnya.

Komentar