Minggu, 19 Pebruari 2017 - Pukul 23:32

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal
OLEH: Heri Febriyanto

Tumbuhkan Kembali Minat Generasi Muda Akan Budaya Lokal

Mulai lunturnya kecintaan dan minat generasi muda terhadap budaya tradisional lokal, menjadi perhatian serius bagi Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Acep Haryadi. Sebagai…

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk…

>> more

bad news

Kinerja KPK Selama 2016: OTT Terbesar Sepanjang Sejarah

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Senin 09 Januari 2017 | 17:30 WIB

Kinerja KPK Selama 2016: OTT Terbesar Sepanjang Sejarah

kliksaja.co

BERITACIANJUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) membeberkan pencapaiannya selama tahun 2016. Hasilnya: 96 penyelidikan, 99 penyidikan dan 77 penuntutan perkara korupsi sudah dilakukan oleh lembaga yang diketuai Agus Rahardjo tersebut.

 

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, jumlah tersebut merupakan hasil dari pengungkapan kasus baru maupun sisa peninggalan era pimpinan KPK sebelumnya. Selain itu, KPK juga sudah mengeksekusi 81 putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

 

“Lebih dari Rp 497,6 miliar  telah dimasukkan ke kas negara dalam bentuk PNBP (penerimaan negara bukan pajak, red) dari penanganan perkara tindak pidana korupsi,” ujar Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/1/2017).

 

Dari sekian banyak perkara yang ditangani lembaganya kata Basaria, tindak pidana korupsi yang paling banyak terjadi adalah penyuapan. Jumlahnya mencapai 79 perkara.

 

Sedangkan untuk kasus korupsi pengadaan barang dan jasa yang ditangani KPK ada 14 perkara. Sisanya adalah tiga kasus tindak pidana pencucian uang.

 

Mantan Perwira Tinggi Polri itu juga merinci kasus korupsi berdasar latar belakang pelakunya. Yakni yang melibatkan swasta sebanyak 26 perkara, legislator baik DPR ataupun DPRD sebanyak 23 perkara, birokrat  sebanyak 10 perkara, dan kepala daerah ataupun wakilnya sebanyak 8 perkara.

 

“Kegiatan OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan pada tahun 2016 merupakan jumlah OTT terbanyak sepanjang sejarah KPK berdiri,” katanya.

 

Pada kesempatan itu, Basaria juga mengapresiasi peran serta masyarakat dalam mengungkap perkara korupsi yang terjadi.

 

“Serta respons cepat KPK dalam menindaklanjuti setiap laporan,” pungkas Basaria.

Komentar