Sabtu, 27 Mei 2017 - Pukul 18:50

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Dua Makam Penyebar Islam di Desa Selajambe

Oleh: Apip Samlawi - Selasa 14 Pebruari 2017 | 11:00 WIB

Dua Makam Penyebar Islam di Desa Selajambe

Foto: BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Kabupaten Cianjur dikenal memiliki banyak lokasi wisata ziarah para penyebar agama Islam. Seperti halnya di daerah Kecamatan Sukaluyu, tepatnya di Kampung Kamiran RT 04/04, Desa Selajambe, di sana terdapat makam dua orang tokoh penyebar agama Islam.

 
Berdasarkan infromasi dihimpun, dua makam keramat  tersebut merupakan tempat disemayamkannya jasad dua orang tokoh agama Islam, yaitu makam Eyang Nurjan dan Kh Babussalam. Keduanya berasal dari tatar timur, datang ke Selajambe (saat itu masih Ciranjang) untuk menyebarkan agama Islam.


Pengurus makam, Koko Kosasih (65) menuturkan, penyebaran agama Islam dilakukan Eyang Nurjan hingga tahun 1938. Pada tahun itu pula Eyang Nurjan wafat dan di makamkan di Kampung Kamiran. Sepeninggal Eyang Nurjan, penyebaran agama Islam dilanjutkan Kh Babussalam yang meninggal sekitar tahun 1967 dan di makamkan tepat disebelah makam Eyang Nurjan.


Dua makam penyebar agama Islam itu, imbuh Koko, setiap minggunya tidak pernah sepi dari peziarah,  apalagi disaat bulan Mulud dan menjelang bulan Suci Romadhon, selalu dipadati para penjiarah dari luar Kabupaten Cianjur.


“Peziarah yang datang ada yang berasal dari Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Subang, Karawang. bahkan dari Provinsi Banten,”ujar Koko kepada Berita Cianjur, Senin (13/2/2017).

 
Kepala Desa Selajambe Agus Junaedi (54) mengatakan, dua makam kuno di Kampung Kamiran Desa Selajambe itu merupakan makam para tokoh agama pada zaman dulu. Diungkapkan Agus, dari informasi yang diperoleh kedua tokoh agama tersebut masih keturunan Syekh Demak Jawa Timur yang dilahirkan ditatar Galuh Pakuan Ciamis.


“Makanya tak sedikit peziarah yang datang itu berasal dari Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya dan Kabupaten Garut,”kata Agus.

 
Melihat besarnya potensi yang dimiliki lokasi ziarah tersebut, pihaknya berharap kedapan bisa lebih dimaksimalkan. Tentunya untuk bisa seperti itu, kata Agus, perlu dilakukan berbagai penataan, baik akses jalan menuju lokasi maupun fasilitas penunjang lainnya supaya para peziarah bisa lebih nyaman saat berkunjung ke lokasi.


“Akses jalan paling utama. Mudah-mudahan penataan itu bisa terealisasi,”tandasnya. (nuk)

Komentar