Senin, 27 Pebruari 2017 - Pukul 09:31

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Jalan dan Jembatan Penghubung Cianjur-Bandung Ambrol

Oleh: Rustandi Zaelani - Jumat 17 Pebruari 2017 | 00:15 WIB

Jalan dan Jembatan Penghubung Cianjur-Bandung Ambrol

Foto: BC/Ist

Diguyur Hujan Seharian

 

BERITACIANJUR.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur Selatan beberapa hari terakhir ini membuat jalan dan jembatan penghubung antara Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur-Desa Cipelah, Kabupaten Bandung, ambrol akibat tidak kuat menahan derasnya air sungai. Bahkan, sebagian badan jalan ikut tergerus hingga membahayakan warga sekitar.


Rukman, salah seorang warga saat dihubungi menjelaskan, ambrolnya jembatan yang menjadi satu-satunya akses warga, terjadi Selasa (14/2/2017) sekitar pukul 02,00 WIB. Saat itu, hujan cukup deras mengguyur sebagian besar daerah di Pasirkuda, hingga membuat arus sungai mengalami peningkatan.


“Kalau pas ambrolnya, memang tidak ada warga yang mengetahui. Namun diperkirakan, memang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, karena sebelumnya masih ada beberapa warga melintasi jembatan,” jelas Rukman yang dihubungi melalui saluran telepon pribadinya.


Rukman menggambarkan, saat ini kondisi jembatan sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, terlebih sebagian badan jalan ikut ambrol disaat bersamaan. Agar warga Karangjaya dan Cipelah masih tetap bisa berkomunikasi, jembatan yang sudah hancur dipasang papan untuk melintas.


Menurut Rukman, ketimbang kondisi jembatan, kerusakan justru lebih parah terjadi pada badan jalan. Kondisinya, hampir habis tergerus ke sungai, hingga menyulitkan warga untuk beraktivitas. Padahal, sebagian warga di Karangjaya, dominan menjual hasil bumi pertanian ke wilayah Kabupaten Bandung, melalui akses jalan yang sekarang terputus.


Mukmin, warga lainnya mengaku, putusnya akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Cianjur dan Bandung, membuat warga kerepotan untuk menjalankan rutinitas sehari-hari. Selama ini, aktivitas harian warga di Karangjaya, lebih banyak dilakukan di daerah Kabupaten Bandung, karena jarak tempuh dengan pusat keramaian termasuk pasar tradisional, lebih dekat.


“Daerah terdekat di Kabupaten Cianjur hanya Kecamatan Pagelaran, dengan waktu tempuh perjalanan membutuhkan kurang lebih tiga jam. Sementara ke daerah Kabupaten Bandung, hanya butuh 20 menitan saja,” terangnya.


Masih kata Mukmin, ambrolnya jembatan dan jalan sekarang, juga menyulitkan anak-anak yang bersekolah di desa tetangga, yang sudah masuk ke daerah administrasi Kabupaten Bandung. Sebelum ada papan untuk melintas, anak sekolah terpaksa meliburkan diri.


Mukmin juga berharap, Pemkab Cianjur segera memperbaiki kondisi jalan dan jembatan, sehingga kembali bisa dipergunakan warga untuk beraktivitas. “Sementara ini, mungkin kami sebagai warga akan berusaha, membuat perlintasan sementara yang aman untuk dilintasi kendaraan,” akunya. (rst)

Komentar