Senin, 27 Pebruari 2017 - Pukul 09:31

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Belasan Pelajar Diangkut Polisi ke Mapolres

Oleh: Rustandi Zaelani/Angga Purwanda - Jumat 17 Pebruari 2017 | 02:38 WIB

Belasan Pelajar Diangkut Polisi ke Mapolres

Foto: BC/Ist

Bawa Clurit dan Gir

 

BERITACIANJUR.COM - Para pelajar dari salah satu SMK kejuruan di Cianjur, tak berkutik setelah polisi mengamankan mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan (Jebrod), Selasa (14/2/2017) pagi. Tiga orang pelajar, ketahuan membawa clurit dan gir yang diduga akan dipergunakan sebagai senjata saat tawuran.


Kapolres Cianjur AKBP Arif Budiman, melalui Kasat Lantas AKP Erick Bangun Prakasa menerangkan, belasan pelajar yang diamankan polisi ini diduga kuat memang akan melakukan aksi tawuran di sekitar ruas jalan Jebrod. Indikasi itu, setelah beberapa orang pelajar diketahui membawa senjata tajam berupa clurit.


Sebelum dimanakan, terang Erick, para pelajar sempat melarikan diri dari kejaran polisi. Beruntung, berkat kesigapan petugas di lapangan, belasan pelajar tersebut berhasil diamankan. Paling pentingnya, penangkapan ini telah mengagalkan aksi tawuran yang mungkin telah mereka rencanakan sebelumnya.


“Sempat terjadi kejar-kejaran juga antar petugas polisi dan para pelajar yang diamankan. Malah saat digeledah, kita dapati tiga pelajar membawa senjata tajam dan langsung diamankan polisi,” kata Erick, saat dihubungi awak media.


Erick mengungkapkan, penangkapan terhadap belasan pelajar dari salah satu SMK di Cianjur itu, bermula saat petugas kepolisian yang sedang patroli melihat seorang sopir angkutan kota yang seperti mencoba menghindar dari aksi jago-jagoan para pelajar.


“Ternyata benar saja, saat didekati petugas para pelajar sedang menyisir semua angkutan kota yang lewat. Kemungkinan, mereka sedang mengincar pelajar lainnya dari sekolah berbeda yang berada di dalam angkutan kota,” jelas Erick.


Sementara itu, Jajang, salah seorang pemilik warung di Jalan Jebrod, mengaku melihat langsung para pelajar yang sedang menyisir angkutan kota. Bahkan, beberapa pelajar sempat mengacung-ngacungkan clurit yang dibawanya.


Menurut Jajang, gerombolon pelajar SMK yang tertangkap itu bukan kali pertama melakukan aksi serupa di Jalan Jebrod. Bahkan, aksinya kerap membuat warga yang melintas menjadi takut.


“Meski sering dilakukan, tapi aneh sepertinya dibiarkan begitu saja sama pihak sekolah. Saya yakin, tindakan pelajar ini diketahui guru mereka. Kalau sekolah mau peduli, sepertinya aksi seperti kemarin itu, tidak perlu terjadi,” cetus Jajang.


Jajang bahkan meminta, pelajar yang membawa clurit diberi sanksi berat, termasuk kalau tidak mungkin lagi bisa di didik, segera di keluarkan pihak sekolah. Selain hanya membuat onar saja, siswa yang berprilaku seperti itu hanya akan membahayakan pelajar lainnya.


“Sebagai antisipasi kejadian yang tidak diinginkan, mending sekolah memberhentikan pelajar yang ketahuan suka tawuran, apalagi dengan membawa senjata tajam yang bisa mengancam keselamatan nyawa orang lain,” usul Jajang. (rst)

Komentar