Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 01:08

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Tiang di Tengah Jembatan Dianggap Jadi Pemicu Melubernya Banjir Bandang ke Permukiman Warga

Oleh: Apip Samlawi - Rabu 01 Maret 2017 | 22:22 WIB

Tiang di Tengah Jembatan Dianggap Jadi Pemicu Melubernya Banjir Bandang ke Permukiman Warga

Foto: BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Keberadaan tiang di tengah jembatan Kali Ciranjang, yang menghubungkan antara Kampung Sukamanah dengan Kampung Pasir Angin, ditengarai menjadi salah satu penyebab meluapnya air (banjir bandang) Kali Ciranjang ke permukiman warga sekitar, Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, dan ke Kampung Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung.


Sebab, ketika banjir bandang seluruh sampah yang terbawa hanyut dari hulu kerap menyangkut di tiang tengah jembatan tersebut hingga menyebabkan di kiri kanan jembatan pun menyempit dan airnya meluber ke permukiman warga Kampung Pasir Angin dan Kampung Sukamanah.


Misalnya saja, seperti yang terjadi baru-baru ini hingga kondisi air di dua kampung tersebut setinggi paha orang dewasa dan sebagian masuk ke rumah yang lokasinya berdekatan dengan Kali Ciranjang.


Aceng Alawi, warga Kampung Pasir Angin mengiyakan kalau salah satu pemicu melubernya air atau banjir bandang Kali Ciranjang itu dikarenakan adanya tiang di tengah jematan, sebab sampah yang hanyut dari hulu nyangkut di tiang tengah jembatan, mangpet menghalangi lancarnya aliran air.


"Hingga airnya meluber ke permukiman warga Kampung Pasir Angin dan Kampung Sukamanah, dengan adanya itu kita bersama warga kampung lainnya setiap usai terjadinya banjir selalu direpotkan dengan membuang sampah yang menyangkut di tiang tengah jemabatan tersebut," imbuh Aceng yang juga merupakan Anggota BPD Nanggalamekar ini.


Keinginan dirinya dan warga lainnya, bahwa tiang di tengah jembatan penghubung antar kampung ini dibuang, tapi semua itu tak terlepas dari uluran tangan semua pihak, mengingat biaya pembangunan jembatannya cukup besar.


"Juga kepada Pemkab Cianjur, dimohon bantuannya pula untuk pembangunan jembatan penghubung tersebut," harapnya.

 

Sementara itu, Sekdes Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung, Iyus Firjayusman menambahkan, salah satu pemicu terjadinya atau melubernya banjir bandang yang airnya sampai masuk pada rumah penduduk itu diakibatkan adanya tiang di tengah jembatan yang kerap menjadi penghalang hanyutnya sampah.


"Sehingga tiang di tengah jembatan itu membuat jengkel dan pusing. Kedepannya jembatan tersebut minta direhab, karena selain sudah banyak yang retak, juga tiang di tengah jembatan ini menjadi penyebab terjadinya banjir yang airnya meluber ke permukiman warga dan masuk ke dalam rumah," terang Iyus, yang juga merupakan warga Kampung Sukamanah tersebut.


Dalam waktu dekat ini, pihaknya pun bakal berkoordinasi dengan warga Kampung Pasirangin, buat bermusyawarah untuk merenovasi jembatan sekaligus membuang tiang yang ada di tengah jembatan tersebut. (rr)

Komentar