Hacker Penjual Akses Judi Online Diringkus Saat Retas Situs Dirjen Perhubungan Laut

BERITACIANJUR.COM – Polres Cianjur berhasil meringkus seorang hacker penjual akses aplikasi judi online, AT (41). Saat diamankan, pelaku hendak meretas situs resmi Dirjen Perhubungan Laut.

 

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pelaku ditangkap di depan komputernya, saat melakukan proses scanning situs departemen perhubungan.

 

“Iya pelaku mengakui akan meretas departemen perhubungan. Saat ditangkap pelaku baru scanning untuk mencari kode akses masuk server web tersebut,” ujarnya, Jumat (19/4/2024).

 

Tono menyebutkan, pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait keterangan pelaku yang mengaku disuruh orang, untuk membobol situs pemerintah itu dengan dijanjikan upah sebesar Rp200 juta.

 

“Jadi katanya pembobolan situs tersebut dilakukan untuk membuat sertifikat pelayaran. Nantinya sertifikat tersebut akan ditawarkan oleh calo kepada calon pembeli. Jadi pelaku yang menyuruh itu akan menjual sertifikat yang resmi dari web departemen

perhubungan direktorat jenderal perhubungan laut (Pelayaran) dengan harga puluhan juta rupiah. Tapi masih kami dalami,” ungkapnya.

 

Guna menjaga keamanan, pihaknya langsung meminta pelaku untuk menghentikan perbuatannya tersebut. Tono menyebutkan, sebelumnya, AT juga ditangkap lantaran menjual aplikasi untuk mengakses situs judi online.

 

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, pelaku membuat aplikasi atau shortcut yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai situs judi yang diblokir okeh Kominfo.

 

Ketika aplikasi yang dipasang di gawai ataupun PC itu digunakan, sambung dia, situs judi online yang sudah diblokir bisa kembali diakses tanpa menggunakan VPN.

 

“AT menjual aplikasi atau shortcut tersebut di marketplace dengan harga Rp 150 ribu. Kemudian nanti pembelinya diberi kode akses. Apabila ingin dibantu untuk pemasangan ada biaya tambahan,” jelasnya.

Baca Juga  Mulai dari Puskesmas, Sekolah, Acara Pawai, Desa Manjur hingga Peresmian RS, Foto Wabup Cianjur ke Mana?

 

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45 dan pasal 27 UU Nomor 1 Tahun

2024 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 303 KUHP. Pelaku terancam kurungan penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10 Milyar,” tutupnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *