BERITACIANJUR.COM – Sebanyak 2 narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) II B Cianjur bebas saat momen HUT ke-79 RI.
Kedua narapidana tersebut yaitu Asep Arianto yang dihukum akibat tindak pidana pencurian dan Hapidal yang di penjara akibat terjerat Undang-undang darurat atas kepemilikan senjata tajam (sajam).
Surat keputusan tersebut langsung diberikan oleh Bupati Cianjur, Herman Suherman usai memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Prawatasari, Joglo Cianjur, Sabtu (17/8/2024).
“Iya tadi secara simbolis resmi narapidana dilakukan di Taman Prawatasari. Dua orang narapidana yang bebas hari ini yaitu Asep Arianto mendapatkan remisi 4 bulan dan Hapidal mendapatkan remisi 2 bulan,” ujar Kepala Lapas II B Cianjur, Tomi Elyus.
Selain kedua narapida tersebut, lanjutnya, ada 382 narapidana yang mendapatkan potongan masa tahanan, mulai dari 1 bulan potongan masa tahanan dan paling lama 6 bulan potongan masa tahanan.
“Untuk remisi umum 1 pidana umum yang mendapatkan potongan masa tahanan selama 1 bulan ada 61 orang, potongan 2 bulan ada 119 orang, potongan 3 bulan ada 101 orang, pemotongan masa tahanan 4 bulan terdapat 43 orang, 5 bulan potongan tahanan sebanyak 53 orang, dan yang mendapatkan remisi 6 bulan sebanyak 5 orang,” paparnya.
Tomi berharap, semua narapidana tersebut dapat berperilaku baik dan tidak mengulangi perbuatannya usai mendapatkan potongan masa tahanan, khususnya pada 2 narapidana yang bebas.
“Salah satu syarat untuk mendapatkan remisi adalah berperilaku baik, tentunya dengan mereka bebas bisa kembali ke lingkungannya dan tidak mengulangi perbuatannya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu narapidana, Asep mengatakan, tidak menyangka jika hari kebebasannya langsung dilakukan di tengah peringatan HUT RI.
“Iya saya tidak menyangka bahkan terasa seperti mimpi ketika saya bebas dan mendapatkan remisi di hari kemerdekaan,” ucapnya.
“Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Lapas II B Cianjur Bapak Tomi Elyus karena telah mendidik dan membina saya menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.
Namun demikian, Asep mengaku kerap khawatir tidak akan diterima di lingkungan masyarakat pascabebas dari lapas.
“Tapi mudah-mudahan diterima, karena saya harus membiayai anak yang kini semakin besar dan ingin menjalani hidup lebih baik lagi,” tutupnya.(Iki/gap)









