BERITACIANJUR.COM – Keberagaman dan kerukunan umat beragama terasa kental pada malam perayaan Tahun Baru Imlek 2026, di Vihara Bhumi Pharsija, Jalan Mangunsarkoro, Kelurahan Pamoyanan, Cianjur, Senin (16/2/2026).
Tak hanya ratusan masyarakat Tionghoa, perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga turut hadir. Ditambah terlihat 50 personel kepolisian melakukan pengamanan selama proses perayaan Tahun Baru Imlek.
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, membenarkan dalam momen pergantian tahun baru Imlek 2577 ini, pihaknya mengerahkan puluhan personel untuk melakukan pengamanan selama proses ibadah hingga pergantian Tahun Baru Imlek.
“Hampir sekitar 50 petugas kami kerahkan, dan InsyaAllah sampai malam, sampai besok, kita lakukan pengamanan agar nanti pergantian tahun kita dapat menikmati pergantian tahun Imlek 2.577 dengan lancar dan kondusif,” ujar Alex kepada wartawan, usai mengunjungi malam persiapan Perayaan Imlek di Vihara Bhumi Pharsjia.
Menurutnya, proses perayaan malam Tahun Baru Imlek kali ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan FKUB dari seluruh agama.
Merujuk pada hal tersebut, sambung dia, bentuk kerukunan antar agama di Kabupaten Cianjur terjalin hangat dalam malam perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
“Alhamdulillah semuanya mencerminkan kerukunan, tadi ada Pak Kiai Haji Choirul Anam dari FKUB Muslim, ada juga Pak Komang dari Hindu, dan saya yakin mungkin sedikit dari kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Jawa Barat, yang FKUB-nya diwakili full oleh 6 kepercayaan, 6 agama yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
“Lalu yang dapat saya tangkap di sini adalah kerukunan ini bukan hanya di mulut, kerukunan ini bukan hanya di konsep, tetapi kerukunan ini memang betul-betul terlaksana,” tambahnya.
Alex juga mengharapkan ke depannya Kabupaten Cianjur dapat menjadi contoh untuk kabupaten atau kota lainnya dalam hal tingkat kerukunan beragama.
“Sekali lagi, selamat tahun baru bagi yang merayakan. Semoga dengan tahun baru ini menjadi tonggak Cianjur sejahtera, Cianjur aman dan Cianjur makin dingin dengan hujannya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Vihara Bhumi Pharsjia, Uun Setiawan, menyampaikan pada Tahun Baru Imlek 2.577 dengan Shio Kuda Api ini memberikan pesan optimis dalam perubahan, terutama menunjukkan bentuk kerukunan beragama.
“Ya memang di tahun baru Shio Kuda Api ini lebih menonjolkan kerukunan agama, yang artinya juga optimis dan lebih bisa maju lagi,” ucapnya.
Ia menuturkan, proses persiapan pergantian malam tahun baru Imlek kali ini berjalan dengan sederhana namun tetap khidmat.
“Kita lakukan persiapan dengan sederhana, kita persiapannya tentunya dengan berdoa, dan untuk jemaatnya sendiri sekitar ratusan yang hadir,” tuturnya.
Uun juga mengaku merasakan bentuk toleransi yang tinggi ditunjukan oleh para perwakilan FKUB dari berbagai agama, serta mengucapkan rasa syukurnya kepada Polres Cianjur yang turut melakukan pengamanan selama proses persiapan pergantian tahun baru Imlek 2026.
“Toleransinya begitu tinggi di sini, kami juga berterima kasih kepada Forkopimda yang melakukan pengamanan. Kami berharap semoga kerukunan agama di Cianjur terus meningkat, dan Cianjur terhindar dari musibah,” tandasnya.
Uun menyebutkan, kegiatan Cap Go Meh pada tahun ini bakal digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Bahkan, pawai barongsai atau liong yang biasanya dihelat pada malam hari, kali ini bakal dilakukan sore hari atau menjelang buka puasa.
“Jadi sekalian juga pawainya untuk tontonan atau hiburan bagi masyarakat sekaligus ngabuburit bagi umat muslim. Tadi kami sudah berkoordinasi dengan FKUB,“ pungkasnya.(gil)







