BPBD Catat 243 Bencana Alam di Cianjur 2025, 12.953 Orang Terdampak, Waspada Potensi Bencana 2026

BERITACIANJUR.COM – Cianjur dikepung bencana sepanjang 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mencatat 243 bencana alam melanda sejak Januari hingga Desember 2025.

Selain cuaca ekstrem, bencana banjir, longsor, serta pergerakan tanah menyebabkan 3.874 kepala keluarga (KK) atau 12.953 jiwa terdampak, serta 2.240 rumah milik warga mengalami kerusakan.

Berdasarkan data Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, tercatat cuaca ekstrem terjadi sebanyak 69 kali, banjir 49 kali, serta longsor dan pergerakan tanah sebanyak 125 kejadian.

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan dari belasan ribu warga yang terdampak bencana, sebagian sudah dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, sambung dia, tak sedikit juga warga yang masih harus mengungsi ke tempat aman.

“Iya berdasarkan data di 2025 ini memang banyak warga yang mengungsi, namun setelah kami monitor ada juga sebagian warga yang sudah dapat kembali ke rumahnya masing-masing, dan ada juga yang masih mengungsi di tempat kerabatnya,” ujar Asep kepada beritacianjur.com, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, kejadian bencana sepanjang 2025 juga telah merusak ribuan rumah warga, bahkan saat ini sebanyak 108 rumah warga lainnya masih dalam status terancam bencana.

“Saat ini banyak rumah yang masih terancam bencana, dan kami terus mengimbau mereka yang terdampak untuk sementara tidak menghuni rumahnya terlebih dahulu, agar mencegah adanya korban bencana,” jelasnya.

Asep juga menuturkan, bencana longsor telah mendominasi peristiwa bencana yang terjadi di sepanjang 2025. Bahkan longsor juga sangat berpotensi terjadi di tahun ini terutama di wilayah selatan.

“Potensi longsor selalu ada, terutama di wilayah Cianjur Selatan. Mulai dari wilayah Cibeber hingga perbatasan Sindangbarang, itu merupakan lokasi rawan longsor,” tuturnya.

Ia menerangkan, bencana longsor yang berpotensi terjadi di 2026 ini juga diperkuat dengan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan, Cianjur merupakan salah satu wilayah yang tengah memasuki curah hujan yang tinggi.

Sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana yang diprediksi dapat terjadi di sepanjang 2026.

“Berdasarkan BMKG bahwa Cianjur kan saat ini sudah memasuki curah hujan yang tinggi, dan hal ini dapat memperkuat potensi bencana longsor. Maka kami mengimbau masyarakat untuk terus berwaspada dan bersiaga terhadap potensi bencana,” pungkasnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *