BERITACIANJUR.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat adanya tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur, Javed Sumawe Matapung. Menurutnya, tren peningkatan kasus ISPA terindikasi sejak terjadinya perubahan cuaca yang tidak menentu beberapa pekan terakhir, walaupun tidak begitu signifikan.
“Iya selama cuaca esktrem yang berubah-rubah tak menentu ini, kasus penyakit ISPA sedikit meningkat namun tidak signifikan peningkatannya,” ujar Javed saat dihubungi beritacianjur.com, Rabu (26/11/2025).
Ia mengatakan, peningkatan kasus penyakit ISPA tersebut diketahui berdasarkan data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), yang tercatat atau terinput di setiap puskesmas.
“Jadi sistem SKDR ini menghitung kasus penyakit ISPA ini secara real time, di minggu ke-43 2025 ada sedikit peningkatan yaitu sekitar 10 sampai 20 orang yang terjangkit ISPA,” imbuhnya.
“Namun jika terhitung secara keseluruhan di luar momen dampak cuaca yang tidak menentu, jumlah kasus ISPA yang masuk dalam lima pekan terakhir yakni di minggu ke 43 tercatat ada 1.462 kasus, minggu ke 44 itu 1.492 kasus, minggu ke 45 sebanyak 1.437 kasus, minggu ke 46 itu 1.566 kasus, dan minggu ke 47 itu 841 kasus,” tambahnya.
Mengingat tren peningkatan kasus ISPA yang tidak signifikan, sambung dia, artinya masih dalam situasi terkendali. Namun tetap perlu diwaspadai karena penyakit tersebut mengintai masyarakat apalagi di tengah perubahan cuaca.
“Jadi jika berbicara secara epidemiologI kasus penyakit ini belum sampai ke status Kejadian Luar Biasa (KLB). Artinya penyakit ISPA ini masih bisa terkendali karena masih bisa juga ditangani oleh puskesmas,” paparnya.
Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), karena pola cuaca yang tidak menentu ini sangat rentan terhadap penularan penyakit.
“Kami imbau masyarakat, yang paling utama adalah meningkatkan PHBS dan daya tahan tubuh. Aktivitas fisik tetap perlu dilakukan agar imun terjaga,” katanya.
Javed menambahkan, pihaknya juga menyarankan kepada masyarakat untuk menyesuaikan diri setiap berada di luar rumah, karena selain rentan terhadap pola perubahan cuaca, gejala umum penyakit ISPA ini juga sangat mudah menular.
“Gejala penyakit ISPA ini meliputi demam, batuk, pilek hingga bersin-bersin sehingga sangat rentan menular. Jadi kami sarankan kepada masyarakat jika berda di luar rumah agar memakai masker dan hindari kontak dekat dengan orang lain. Jika gejala itu muncul, sebaiknya segera periksa agar langsung tertangani,” pungkasnya.(gil)







