BERITACIANJUR.COM – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur terus mengalami tren kenaikan setiap tahunnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat, pola penularan HIV/AIDS didominasi oleh para pelaku seks menyimpang Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) alias gay.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur, Javed Sumawe Matapung, mengatakan kasus HIV/AIDS di Cianjur sejak 2001 sampai 2025 ada sebanyak 2.457 orang, di mana setiap tahunnya terus mengalami kenaikan.
“Setiap tahunnya tren peningkatan kasus selalu terjadi. Contohnya pada 2023 ada sebanyak 208 ODHA, lalu naik lagi menjadi 293 pada 2024, dan pada tahun ini ODHA baru tercatat sebanyak 217 orang,” ujar Javed kepada wartawan, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, dari total keseluruhan data ODHA baru yang tercatat di 2025 sebanyak 217 orang tersebut, 37 persennya didominasi oleh kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) alias gay.
“Terakhir di Oktober 2025 ini, kasus ODHA baru yang paling tinggi yaitu temuan kasus dari kalangan kelompok LSL atau gay, yang mencapai 81 orang,” imbuhnya.
“Bahkan populasi LSL atau gay ini selama 5 tahun terkahir menjadi penyumbang terbanyak kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur,” tambahnya.
Ia menjelaskan, jumlah kasus HIV/AIDS di tahun ini kemungkinan bakal terus menambah seiring gencarnya kegiatan screening terhadap kalangan rentan.
“Kemungkinan masih bertambah seiring dengan terus dilakukannya screening hingga akhir Desember 2025,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe mengaku sangat khawatir dan mengajak seluruh pihak untuk turut berkontribusi dalam mengoptimalkan sosilasiasi secara menyeluruh tentang dampak HIV/AIDS.
“LSL itu kan ya buat saya pribadi agak khawatir juga ya. Makannya elemen-elemen yang terlibat dalam hal itu semua harus berperan, bahkan seluruh masyarakat, tak hanya peran pemerintah saja. Namun memang perlu dioptimalkan lagi,” pungkasnya.(gil/gap)







