BERITACIANJUR.COM – Fakta menarik terungkap dari kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di 11 minimarket di Cianjur.
Berdasarkan keterangan, satu dari enam tersangka yakni AR, merupakan mantan karyawan toko sekaligus otak dari aksi curas tersebut.
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto mengatakan, dari enam tersangka, ada salah satu mantan karyawan Indomaret berinisial AR, namun ia sudah berhenti sejak 2022 lalu.
“AR ini melaksanakan aksinya di 11 lokasi tersebut dan dia juga otaknya aksi tersebut,” ujar Tono, Selasa (29/10/2024).
Ia mengungkapkan, motif AR melakukan aksinya adalah untuk mencari keuntungan. Karena memang selama ini yang bersangkutan bermain judi online (judol), sehingga uangnya habis terkuras dan nekat melakukan aksi ini.
“Tidak ada korban terluka, karena memang ada beberapa TKP yang pada saat kejadian tidak ada pegawai yang melakukan perlawanan. Mereka mengutamakan keselamatan, karena memang perintahnya demikian. Akhirnya tersangka hanya mengambil barang dan uang,” tuturnya.
“Dari pengungkapan ini semuanya, mereka merupakan spesialis Indomaret dan Alfamart. Aksi ini dilakukan selama 10 hari berturut-turut,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Polres Cianjur berhasil meringkus 6 tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) di sejumlah minimarket Indomaret dan Alfamart, Selasa (29/10/2024).
Enam tersangka tersebut yaitu (RYW), (DH), (AS), (AR), (RPP), dan (DS) yang masing-masing ditangkap di berbagai tempat berbeda.
Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha mengatakan, dari laporan polisi ada 11 laporan polisi yang kita terima. Dari para pelaku sudah beraksi di 11 tempat dan ini tentu kita kembangkan di TKP-TKP lainnya.
“Kejadian yang dilakukan oleh pelaku ini berturut-turut, mulai dari 14 , 15 , 16 , 17, 18, 20, 23, 24, 25 itu berulang ada 2 kali,” ujar Yonky di Mapolres Cianjur, Selasa (29/10/2024).
“Untuk TKP ini saya sampaikan di sini ada 11 kita terima sebelumnya. Di antaranya di Cilaku, Cikalongkulon, Karangtengah, dan di Cugenang. Ada juga tentunya dari 11 TKP ini tersebar di berbagai wilayah,” tambahnya.
Dari kejadian tersebut, Indomaret dan Alfamart secara total mengalami kerugian sebesar Rp172.158,696.(iky/gap)







