1 Tahun Gempa Cianjur, Pemkab Gelar Istighosah dan Tabligh Akbar

BERITACIANJUR.COM – Mengenang 1 tahun terjadinya bencana gempa bumi Cianjur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menggelar istighosah dan tablig akbar pada Selasa (21/11/2023) pukul 11.30 Wib.

Bertempat di Masjid Agung Cianjur, kegiatan tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, dan masyarakat secara luas.

Sebagaimana kita ingat, gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 5,6 menghantam Cianjur pada Senin, 21 November 2022 pukul 13.21 Wib lalu.

Berdasarkan data yang diunggah Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Cianjur @diskominfocianjur pada 29 Desember 2023, sebanyak 602 orang dinyatakan meninggal dunia dan 166.927 orang harus mengungsi ke tempat yang aman.

Tak hanya itu, gempa yang menyebabkan 16 kecamatan dan 180 desa terdampak itu juga membuat 59.889 rumah, 18 fasilitas kesehatan, 281 tempat ibadah, 701 fasilitas pendidikan, dan 18 kantor/gedung mengalami kerusakan mulai dari level berat, sedang, hingga ringan.

Berbagai simpati, bantuan logistik, hingga donasi datang bergelombang dari berbagai pihak. Total donasi gempa Cianjur yang dirilis Pemkab Cianjur ada sekitar Rp61.862.976.819 dengan rincian bantuan provinsi/kota/kabupaten Rp30.599.873.400, bantuan donasi (27 Januari 2023) Rp31.232.793.574, dan bunga jasa/giro dari donasi Rp30.309.849.

Gempa Susulan dan Temuan Sesar Cugenang

Namun, gempa bumi nyatanya masih terus terjadi di Cianjur. BMKG merilis, hingga 2 Januari 2023 saja sudah terjadi 447 kali gempa susulan sejak pertama kali gempa besar terjadi pada 11 November 2022.

Temuan Sesar/Patahan Cugenang dengan panjang 9 kilometer diduga menjadi pemicu gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo tersebut.

“Ditemukan ada patahan yang baru teridentifikasi. Karena melintasi Kecamatan Cugenang, maka ditetapkan (nama) Patahan Cugenang. Panjang patahan ini sekitar 9 kilometer, dengan radius kiri-kanan 300-500 kilometer dan melintasi 9 desa di 2 kecamatan (Cugenang dan Cianjur),” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan pers, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga  Tanggapi Bantahan Bupati Cianjur, Himat: Dugaan Gratifikasi Umrah Kuat, Serahkan kepada Kepolisian Saja

Dana Stimulan Warga Terdampak

Pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi langsung melakukan gerak cepat pemulihan pascagempa yang terjadi di Cianjur.

Para penyintas gempa diberikan bantuan stimulan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumahnya, yakni rusak berat Rp60 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak ringan Rp15 juta.

Presiden Jokowi pun meminta masyarakat untuk menggunakan sepenuhnya dana bantuan untuk perbaikan atau pembangunan rumah.

Selain itu, pembangunan rumah pun diminta agar dibangun dengan memperhatikan struktur bangunan tahan gempa bumi sesuai rekomendasi Kementerian PUPR.

Pemerintah pun menyerahkan dana bantuan secara bertahap dan menunjuk Bank Mandiri sebagai bank rekanan. Hingga saat ini dana stimulan sudah memasuki tahap 4.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *