Alami Muntah dan Lemas, Dua Keluarga di Cikalongkulon Keracunan Jamur Liar, 1 Orang Masih di ICU

 

BERITACIANJUR.COM – Empat orang dalam dua keluarga di Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, mengalami gejala keracunan usai menyantap jamur liar.

Keempat korban dirawat di RSUD Sayang Cianjur. Namun berdasarkan pantauan beritacianjur.com, saat ini, satu dari empat korban sudah pulih dan kembali ke rumahnya. Sedangkan dua orang tengah menjalani pemulihan, dan 1 orang lainnya masih harus menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Sayang.

Kapolsek Cikalongkulon, AKP Arip Titim Firmanto, mengatakan kejadian bermula ketika salah satu dari keempat orang tersebut membawa satu ember jamur yang dibawa dari kebun, untuk segera diolah sebelum disantap.

“Jadi jamur yang diambil dari kebun itu mereka olah dioseng lalu dikonsumsi bersama oleh keempat orang tersebut,” ujar Arip saat ditemui di RSUD Sayang, Kamis (22/1/2026).

Selang sekitar 30 menit, sambung dia, salah satu dari keempat orang tersebut mulai merasakan gejala keracunan berupa mual, muntah, dan lemas yang akhirnya juga dialami oleh ketiga orang lainnya dengan gejala serupa.

“Awalnya yang merasakan gejalanya itu salah satu orang aja, cuman tidak lama kemudian ketiga orang lainnya juga mulai merasakan gejala yang sama,” jelasnya.

Setelah itu, keempat orang yang mulai merasakan gejala keracunan tersebut langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk segera ditangani secara medis.

Namun, lanjut Arip, pihak puskesmas menyarankan keempat orang itu untuk segera melanjutkan perawatan lebih lanjut di RSUD Sayang.

“Jadi awalnya sempat ke puskesmas dulu, namun pihak puskesmas menyarankan agar para korban dibawa ke RSUD Sayang menggunakan ambulan Desa Mekarsari, lalu tiba di IGD pada pukul 17.38 Wib, Rabu (21/1/2026),” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian bersama Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi langsung meninjau kondisi empat korban keracunan yang dirawat di RSUD Sayang, Kamis (22/1/2026).

Menurut Wahyu, salah satu korban saat ini kondisinya mulai membaik dan sudah bisa dipulangkan. Sementara dua orang masih menjalankan pemulihan, sedangkan satu orang lainnya masih harus dirawat secara intesif karena kondisinya yang tak kunjung membaik.

“Saat kami periksa tadi, jadi memang ada 1 orang korban yang saat ini dirawat di ICU karena kondisinya yang belum membaik dibandingkan yang lainnya,” sebutnya.

Ia menerangkan, untuk saat ini pihaknya masih mengidentifikasi sampel jamur yang dikonsumsi oleh para korban, agar dapat memastikan penyebab pasti dari keracunan tersebut.

“Karena tadi belum ada sampel jamur yang dikonsumsi oleh mereka, jadi kami perlu mengidentifikasinya dulu jenis jamur apa yang mereka makan,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa peristiwa keracunan tersebut pertama kali ditangani oleh anggotanya yang bersinergi dengan pihak desa setempat.

“Kami Forkopimda Cianjur yang diwakili bupati termasuk kemarin kebetulan ada anggota kami di Polsek Cikalongkulon yang menangani peristiwa itu, yang tentunya juga didukung oleh kades di sana. Kami juga memperkuat bahwa benar adanya empat orang yang mengalami keracunan usai menyantap jamur,” tegasnya.

Mengingat kondisi cuaca dengan itensitas curah hujan yang tinggi kerap melanda Cianjur, ia mengimbau masyarakat untuk menyeleksi terlebih dahulu jenis jamur sebelum dikonsumsi.

“Sesuai hasil dari koordinasi kami dengan bupati, bahwa di musim hujan ini banyak jamur yang tumbuh sehingga harus diseleksi dahulu mana sekiranya jamur yang pantas untuk dikonsumsi,” pungkasnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline