Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Cianjur Terapkan Pembelajaran Daring

BERITACIANJUR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menerapkan pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online untuk seluruh satuan pendidikan mulai Senin (7/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026).

Kebijakan ini diambil menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga wilayah Cianjur.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur dan para kepala sekolah, khususnya yang berada di wilayah dengan intensitas abu vulkanik tinggi, terkait penerapan pembelajaran daring.

“Saya memberikan ruang untuk mengambil keputusan pembelajaran online atau daring atau jarak jauh dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Semoga kita selalu diberikan perlindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya, Minggu (6/9/2026).

Wahyu mengimbau agar seluruh masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, sambung dia, warga diimbau untuk memakai masker dan pelindung mata.

Sebagai langkah penanganan sebaran abu vulkanik, Wahyu menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, serta petugas Pemadam Kebakaran.

“Petugas Damkar sudah bergerak melakukan penyiraman di area berintensitas abu tinggi. Upaya ini akan terus dilakukan selama BMKG dan BNPB menetapkan tingkat waspada. Sampai saat ini belum ada kegawatan, sifatnya masih imbauan. Sementara untuk anak-anak sekolah, pemda memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh atau online,” terangnya.

” Untuk pembersihan debu vulkanik di sekitar rumah, gunakan air dan jangan disapu agar tidak menyebar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran daring.

“Untuk sementara waktunya selama dua hari. Untuk selanjutnya kita akan mengevaluasi dan mengkaji lagi. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi melalui BBMP, kesepakatan se-Jawa Barat, serta berkolaborasi dengan jenjang SMA dan SMK. Hasilnya hampir sama dengan daerah lain di Jawa Barat, rata-rata memberlakukan pembelajaran daring selama dua hari,” terangnya.

Dalam surat edaran, Disdikpora Cianjur mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan tugas secara daring dengan tetap memberlakukan pemantauan dan absensi.

“Walaupun daring, kita antisipasi agar anak-anak tidak berkeliaran di luar rumah. Kami berkoordinasi dengan Forkopimcam untuk memantau agar anak didik tetap berada di rumah masing-masing,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan, Ruhli mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui media sosial Disdikpora dan Diskominfo Cianjur.

Pihaknya juga mengimbau agar kepala satuan pendidikan membuat call center dan melaporkan secara berjenjang apabila terjadi hal-hal yang tak diharapkan.

“Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga Kesetaraan. Untuk SMA dan SMK, kami sudah berkolaborasi dengan KCD Wilayah VI. Mulai besok seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur melaksanakan pembelajaran daring,” pungkasnya.(zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *