BERITACIANJUR.COM – Sepuluh pelajar SMP dan SMA/SMK tepergok sedang asyik nongkrong di sebuah warung kopi di Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Cianjur.
Masih mengenakan seragam lengkap, para pelajar tersebut ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, penertiban tersebut berawal dari laporan melalui media sosial (medos) terkait maraknya para pelajar yang kerap nongkrong di salah satu kafe di Cianjur saat jam sekolah.
Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan (Binwasluh) Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sri Laelani, membenarkan penertiban tersebut. Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung melakukan peninjauan ke lokasi usai mendapatkan laporan tersebut pada Selasa (31/3/2026).
“Akhir-akhir ini banyak laporan yang masuk ke medsos kami tentang hal itu, kemudian kami pun lakukan pengecekan. Setelah dicek, memang benar ada pelajar yang masih mengenakan seragam sedang nongkrong,” ujar Sri, Rabu (1/4/2026).
Saat proses penindakan, pihaknya menemukan sekitar 10 pelajar dari tingkat SMP hingga SMA/SMK yang tengah nongkrong di salah satu kafe saat jam sekolah.
“Petugas mendapati sekitar 10 pelajar di sana, sebagian sudah keluar, dan beberapa masih berada di dalam, dan akhirnya kami coba tertibkan,” imbuhnya.
Menurutnya, berbagai macam alasan dilontarkan para pelajar saat hendak diteribkan, namun pihaknya tetap mengimbau mereka untuk segera pulang ke rumahnya masing-masing.
“Kami langsung memberikan imbauan agar mereka segera pulang setelah selesai. Saat ditertibkan, ada yang berasalan karena di sekolahnya sedang halal bilhalal sehingga pulang lebih awal dan memilih berkumpul di kafe,” ungkapnya.
Sri menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pihak pengelola kafe sendiri sebenarnya sudah memasang plang larangan pelajar yang memakai seragam untuk nongkrong di lokasi. Namun, aturan tersebut tidak sepenuhnya berjalan karena keterbatasan pengawasan.
“Sebenarnya dari pihak kafe sendiri sudah ada imbauan, bahkan mereka juga mengingatkan pelajar yang datang untuk segera pulang. Tapi mungkin karena pengunjung banyak jadi tidak bisa dipantau semuanya katanya,” jelasnya.
Merujuk kepada hal tersebut, pihaknya tidak akan berhenti menertibkan di satu kafe saja, melainkan ke depannya bakal rutin berpatroli ke tempat-tempat yang cenderung kerap dipakai berkumpul para pelajar terutama saat jam sekolah.
“Kami akan terus intensifkan, baik secara mandiri maupun gabungan petugas untuk menertibkan pelajar yang bolos atau berada di luar sekolah saat jam belajar,” pungkasnya.(gil)







