BERITACIANJUR.COM – Seorang siswa SMA mengalami patah tulang usai terlibat duel gladiator antara pelajar SMPN 1 Cibinong dengan SMA Citra Nusantara, di Kampung Sedekan, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur.
Aksi duel tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial. Terlihat sejumlah pelajar tengah melakukan perkelahian dua orang lawan dua orang.
Pelajar yang diketahui dari SMA Citra Nusantara tampak tampak dipukuli oleh siswa SMPN 1 Cibinong secara bertubi-tubi, hingga akhirnya dilerai oleh seorang yang mengabadikan momen tersebut.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, membenarkan adanya peristiwa perkelahian gladiator antar siswa dari dua sekolah tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 22.00 Wib.
“Betul memang adanya aksi duel gladiator antar dua sekolah, yang di mana setelah kami selidiki, sejumlah siswa yang berkelahi itu antara siswa SMP dan SMA,” ujar Dadang saat dihubungi beritacianjur.com, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika salah satu siswa SMPN 1 Cibinong yang terlebih dahulu mengajak siswa SMA Citra Nusantara untuk mengajak berduel di lokasi yang sudah ditentukan.
“Jadi siswa SMP ini mengirim pesan dan menantang siswa SMA untuk berduel, hingga akhirnya tantangan itu disetujui dan perkelahian pun terjadi,” jelasnya.
Berdasarkan penyelidikan, sambung dia, perkelahian tersebut pun ternyata dimenangkan siswa SMP. Namun nahas, salah satu siswa SMA yang berupaya melarikan diri usai kalah berduel, malah ditabrak oleh siswa SMP hingga mengalami patah tulang pada bagian kaki.
“Iya jadi setelah selesai berkelahi, siswa SMP itu menabrak salah satu siswa SMA pakai sepeda motor, sehingga siswa SMA itu mengalami luka serius patah tulang di bagian kaki kanan,” terangnya.
Kemudian dari hasil penyelidikan kepolisian, Dadang mengungkapkan, sebanyak 6 siswa SMP telah terlibat dalam perkelahian tersebut, sedangkan jumlah total siswa SMA yang terlibat masih dalam penyelidikan.
“Saat ini kami masih mendalami peristiwa ini, dan kami akan segera memanggil semua siswa yang terlibat. Sementara saat ini ada 7 orang yang diketahui terlibat dalam perkelahian gladiator tersebut,” ungkapnya.
Semengara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi, menegaskan sejumlah pihak yang terlibat dalam aksi perkelahian itu seluruhnya masih berstatus anak, sehingga pihaknya bakal memberikan penegakkan hukum sesuai ketentuan peradilan anak.
“Kami akan terapkan penegakkan hukum sebagai jalan terakhir dengan menerapkan ketentuan dalam sistem peradilan anak, karena status semua yang terlibat masih berstatus anak,” pungkasnya.(gil)










