BERITACIANJUR.COM – Pemusnahan 75 pohon katinon atau catha edulis (khat) yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, mendapatkan dukungan penuh dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Cianjur.
Seperti diketahui, pada Kamis (27/11/2025), BNNK Cianjur melakukan pemusnahan narkotika golongan A yang biasa disebut sirih arab atau teh arab tersebut, dengan cara dibakar di halaman kantornya.
Ketua Granat Kabupaten Cianjur, Fanpan Nugraha yang turut hadir bersama jajarannya mengangkat dua jempolnya alias mengapresiasi BNNK Cianjur yang telah berhasil mengungkap penanaman narkotika golongan A itu.
“Kami mengapresiasi BNNK Cianjur yang telah mengamankan dan sekaligus melakukan memusnahkan tanaman katinon bersama unsur Forkopimda Cianjur,” ujarnya.
Fanpan berharap semua kalangan berkolaborasi memerangi peredaran narkotika yang merusak setiap sendi kehidupan.
“Semoga upaya semua stakeholder di Kabupaten Cianjur bersama-sama komitmen perang terhadap peredaran narkotika,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, BNNK Cianjur melakukan pemusnahan 75 pohon katinon atau catha edulis (khat) di halaman Kantor BNNK Cianjur, Kamis (27/11/2025).
Kepala BNNK Cianjur, Affan Eko Budi Santoso, mengatakan tanaman narkotika tersebut pertama kali ditemukan oleh tim BNNK Cianjur di sejumlah titik lereng Gunung Gede Pangrango, tepatnya di perbatasan antara Cianjur dengan Bogor.
Menurutnya, peredaran tanaman yang masuk dalam narkotika golongan 1 tersebut kerap diedarkan kepada WNA asal Timur Tengah di wilayah Kecamatan Cipanas dan sekitarnya.
Affan menjelaskan, efek dari penggunaan katinon tersebut mirip dengan metamfetamin atau narkotika jenis sabu yang mampu memberikan berupa ketenangan setiap penggunanya. “Efeknya sama dengan jenis narkotika golongan 1 lainnya dan hampir sama seperti sabu,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan masih mendalami sosok pelaku yang menanam tanaman narkotika tersebut.
“Saat ini masih kami dalami siapa yang menanamnya, karena tanaman katinon ini bukan termasuk tanaman endemik,” pungkasnya.(gil)










