Kebakaran Gereja di Jalan Moch Ali Cianjur Diduga akibat Korsleting AC, Pemadaman Berlangsung 5 Jam

BERITACIANJUR.COM – Kobaran api menghanguskan bangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang berlokasi di Jalan Moch. Ali, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Minggu 23/8/2026).

Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.15 Wib itu diduga berasal dari percikan api pendingin ruangan atau AC yang mengalami korsleting. Proses pemadaman berlangsung selama 5 jam.

Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, mengatakan sebelum api muncul, pihak gereja tengah melakukan persiapan untuk pelaksanaan ibadah yang dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 17.00 Wib.

“Pada pukul 16.15 Wib pihak gereja sedang melaksanakan persiapan ibadah. Namun saat menghidupkan AC di ruangan, terjadi sebuah percikan api yang diawali dengan munculnya asap dan bau,” ujarnya.

Menurutnya, api kemudian menjalar hingga membakar bagian gedung lantai dua dan tiga yang digunakan sebagai tempat ibadah.

“Jadi pukul 16.15 Wib mulai muncul api. Lalu untuk pemadaman, pendinginan, overhaul (penguraian), dan searching untuk titik api semuanya selesai pada pukul 21.00 Wib,” tuturnya.

Alexander mengatakan, penanganan kebakaran tersebut melibatkan sejumlah armada dari berbagai unsur. “Armada dari Yonif 300 Raider ada 3 unit, Kodim 0608 ada 1 unit, Damkar 12 unit, serta Polres ada 2 Armored Water Cannon (AWC),” katanya.

Terkait kondisi korban, Alexander memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terdapat petugas damkar yang mengalami luka dan sesak napas saat melakukan penanganan di lokasi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kalau memang tadi ada yang luka, sesak napas, dan segala macam, itu karena petugas yang rela berkorban dan bertaruh dengan risiko yang sangat besar untuk mempercepat pemadaman,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Alexander mengatakan, dugaan terkait peralatan seperti AC maupun kemungkinan penyebab lainnya masih perlu diteliti oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

“Apakah kebakaran atau terbakar, sengaja dibakar atau tidak sengaja terbakar karena alasan teknis perlengkapan peralatan seperti AC atau hal lain, nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor,” jelasnya.

Alexander juga mengatakan, area gereja telah disterilisasi dan dipasangi garis polisi. Ia meminta masyarakat tidak memasuki area tersebut demi menjaga keamanan dan keselamatan.(zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *