BERITACIANJUR.COM – Motif pembacokan yang dilakukan gerombolan bermotor di Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, terungkap. Ternyata, Lucky Irawan (21) menjadi korban salah sasaran.
Fakta tersebut terungkap setelah polisi berhasil meringkus dua tersangka gerombolan bermotor berinisial RR (24) dan MW (23).
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, mengungkapkan awalnya para pelaku berencana tawuran dengan kelompok lain yang sebelumnya sudah janjian dengan kelompok lain di media sosial.
“Setelah tim Satreskrim Polres Cianjur melakukan penyelidikan lebih lanjut, terungkap ternyata awalnya kelompok tersangka ini sudah saling janji di media sosial dengan kelompok lain untuk melakukan tawuran,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Seperti diketahui, aksi pembacokan ini terjadi pada Minggu (18/1/2026) dini hari saat korban hendak pulang ke rumahnya. Akibat kejadian itu, korban mendapatkan luka parah di bagian tangan dan pinggang karena terkena sabetan celurit dan golok.
Saat korban berjalan dengan temannya di lokasi kejadian, sambung dia, para tersangka mengira korban merupakan anggota kelompok lain yang sebelumnya berencana untuk tawuran.
“Jadi ketika tersangka ini bertemu dengan korban, lalu mereka mengejar dan menyerang korban menggunakan senjata tajam yang dibawanya. Padahal korban sedang beli rokok di warung tapi malah jadi korban salah sasaran,” jelasnya.
“Kondisi korban saat ini masih dalam pemantauan Satreskrim Polres Cianjur, dan kondisinya kini masih dalam pemulihan,” sambungnya.
Saat penangkapan, polisi juga berhasil menemukan beberapa senjata tajam saat melakukan penggeledahan di lokasi persembunyian para tersangka. Sehingga menurutnya terdapat indikasi bahwa para tersangka kemungkinan melakukan hal serupa sebelumnya.
“Memang kelompok tersangka ini belum terafiliasi sebagai geng motor, namun mereka kemungkinan pernah melakukan tawuran dengan kelompok lain, sehingga kami akan mengembangkan kasus ini seutuhnya untuk mencegah adanya korban lain,” paparnya.
Merujuk pada peristiwa tersebut, Alex mengimbau masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak, dan diharapkan dapat segera melapor kepada kepolisian apabila mengalami peristiwa serupa.
“Kami akan terus melakukan pencegahan dan dimohon masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak. Hindari penggunaan media sosial yang justru dapat mengembangkan budaya kekerasan dan menimbulkan kerugian baik diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi akhirnya berhasil menangkap dua anggota gerombolan bermotor yang membacok pria di Desa Selajambe, Kecamatan Sulauyu, Cianjur bernama Lucky Irawan (21). Dua pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) masih diburu polisi.
Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, mengatakan dua pelaku berinisial RR (22) dan MW (23) ditemukan dan ditangkap di lokasi persembunyiannya pada Minggu (25/1/2026) malam.
“Setelah mengantongi identitasnya, kami langsung mencari keberadaan pelaku dan kedua pelaku langsung kami amankan dan dibawa ke Mapolres Cianjur,“ Senin (26/1/2026).
Tak hanya meringkus pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa enam senjata tajam berupa celurit dan besi tajam yang ditemukan di lokasi persembunyian pelaku.
“Kami juga mengamankan sepeda motor yang digunakan para pelaku melakukan aksi penganiayaan hingga menyebabkan korban luka di beberapa bagian tubuh,“ ungkapnya.
Terkait dua pelaku lainnya, polisi sudah menerbitkan DPO dan terus mengembangkan soal potensi adanya pelaku lain yang turut terlibat aksi pembacokan.(gil)





