BERITACIANJUR.COM – Setelah mencetak sejarah di kancah Asia dengan menaklukkan raksasa Korea Selatan, FC Seoul 1-0, Persib bakal kembali melanjutkan perjuangannya di ajang Super League 2026/2027.
Bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, skuad Maung Bandung akan meladeni kekuatan tuan rumah Persijap Jepara, Minggu (20/9/2026), pukul 19.00 Wib.
Selain mengusung misi meraih poin penuh guna memperbaiki posisi di klasemen sementara, aroma balas dendam juga tercium kuat pada laga kontra tim berjuluk Laskar Kalinyamat.
Betapa tidak, Persijap merupakan satu-satunya tim yang tidak bisa dikalahkan Persib saat tim kebanggan warga Jawa Barat ini menjuarai Super League musim lalu.
Seperti diketahui, pada putaran pertama musim 2025/2026 lalu, tepatnya pada 18 Agustus 2025, Pangeran Biru ditaklukkan Persijap 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Sedangkan saat laga kandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 23 Mei 2026, Persib ditahan imbang Persijap 0-0. Hasil itu mengurangi kesempurnaan Persib saat berhasil menjadi juara Super League tiga kali berturut-turut.
Data dan fakta tersebut, membuat kubu Maung Bandung berambisi memperbaiki catatan kurang baik saat menghadapi Persijap Jepara.
Meski begitu, pelatih Persib, Igor Tolic, menilai laga kontra Laskar Kalinyamat bukanlah laga yang bakal berjalan mudah. Menurutnya, Persijap merupakan tim solid dan terorganisir.
Meski pada dua laga awal Persijap belum memperoleh poin, namun Igor menegaskan hal itu belum bisa menggambarkan kualitas permainan Persijap.
“Saya menonton dua pertandingan pertama mereka. Mereka sedikit kurang beruntung karena tidak mendapatkan poin, tetapi mereka bermain bagus. Jadi, ya, ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tim ini tangguh, sangat terorganisir dengan baik,” ujar Tolic seperti dikutip beritacianjur.com dari persib.co.id.
Selain kondisi para pemain setelah menempuh perjalanan jauh dari Korea Selatan, atmosfer tampil di hadapan pendukung lawan yakni di Stadion Gelora Bumi Kartini bakal menjadi tantangan tersendiri bagi Beckham Putra Nugraha saparakanca.
“Atmosfernya juga sangat bagus untuk bertanding melawan mereka, dan ya, kita lihat saja nanti. Kami telah melakukan perjalanan jauh, kami mencoba memulihkan tenaga dalam dua hari ini, dan mari kita lihat apa yang terjadi nanti,” ucapnya.
Tak hanya Tolic, optimisme juga digaungkan sang kapten Persib, Marc Klok. Bahkan, meski dalam kondisi yang tidak ideal, ia menegaskan kedatangannya ke Jepara hanya untuk kemenangan.
“Kami tidak tahu kondisi di sana. Tapi apapun di depan, kami akan berusaha ambil dan kami ke sana untuk menang,” tegasnya.
Terkait catatan kurang baik kala menghadapi Persijap, Klok mengajak teman-temannya untuk menjadikan pengalaman musim lalu sebagai bahan evaluasi.
“Kami harus perbaiki dari musim lalu. Kami tahu apa kurang musim lalu dan kami tahu harus evaluasi dan harus perbaiki di match selanjutnya. Dan semoga musim ini kami bisa kalahkan Persijap,” jelasnya.
Sementara di kubu lawan, pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, menilai Persib merupakan tim berkualitas dan semakin matang dibandingkan musim sebelumnya.
Tak hanya itu, ia juga menilai keberhasilan Maung Bandung mengalahkan FC Seoul di AFC Champions League Two (ACL 2) akan memberikan tambahan kepercayaan diri bagi para pemain Persib.
“Persib menurut saya lebih kuat dari musim lalu. Mereka mempertahankan sebagian besar pemainnya, merekrut Peralta, dan merekrut penyerang baru. Saya rasa mereka punya pengalaman tiga tahun berturut-turut menjuarai liga, mereka menang di Korea, dan itu akan memberi mereka rasa percaya diri,” ucapnya.
Menghadapi juara bertahan, Lemos menegaskan Persijap bakal mempertahankan identitas permainannya. Laga kandang akan benar-benar dimanfaatkannya untuk bisa meraih hasil positif.
“Di Jepara, kami harus memainkan gaya permainan kami sendiri dan menghormati Persib. Kami harus memainkan gaya sepak bola kami, sepak bola Persijap Jepara. Hormati mereka, tetapi tetap mainkan gaya sepak bola kami,” pungkasnya.(gil)







