BERITACIANJUR.COM – Dalam upaya mendorong percepatan literasi digital dan penguasaan bahasa asing di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhary Cianjur resmi meluncurkan program kerja unggulan bertajuk “Dunia Digital dan Dialog Anak Maju (Dudidam).
Kegiatan yang dipusatkan di Posko KKN Kelompok 1 IAI Al-Azhary ini, dirancang khusus sebagai wadah edukatif untuk mencerdaskan dan mengasah potensi anak-anak serta remaja di wilayah Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi.
Program Dudidam yang diluncurkan sejak Sabtu (25/7/2026) lalu ini mengusung dua fokus utama pembelajaran yang sangat krusial bagi perkembangan anak di era modern, yaitu les komputer (laptop) dan les Bahasa Inggris.
Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para mahasiswa KKN berperan langsung sebagai tenaga pengajar untuk memberikan pemahaman dasar hingga praktik langsung penggunaan perangkat digital serta komunikasi bahasa asing.
Ketua Kelompok KKN 1 IAI Al-Azhary, Moch. Andika Rajeswara, menyampaikan bahwa program ini lahir dari analisis kebutuhan masyarakat desa yang ingin anak-anak mereka memiliki daya saing tinggi sejak dini.
“Penguasaan teknologi dan bahasa internasional dipandang sebagai kombinasi keterampilan (skillset) utama yang harus dimiliki generasi muda saat ini,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Melalui pembukaan Dudidam, lanjut Andika, Kelompok 1 KKN IAI Al-Azhary berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak Desa Cihea selama masa pengabdian berlangsung.
“Program ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya generasi muda desa yang percaya diri, mahir mengoperasikan teknologi, serta fasih berkomunikasi secara global tanpa melupakan akar budaya lokalnya,” paparnya.
Apresiasi dan Harapan dari Tokoh Masyarakat
Inisiatif mahasiswa KKN IAI Al-Azhary ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari warga setempat.
Salah seorang tokoh masyarakat Kampung Cipicung, Desa Cihea, Ujang Saepuloh, mengungkapkan pentingnya kehadiran program semacam ini di wilayahnya.
“Salah satu kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah melek digitalisasi untuk persiapan dunia kerja. Ditambah lagi, saat ini semua orang perlu paham Bahasa Inggris untuk menunjang kehidupan sehari-hari, mulai dari jenjang pendidikan hingga dunia kerja nantinya,” ungkap Ujang.
Ia berharap, program Dudidam tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak-anak di Desa Cihea.
“Semoga dengan adanya les komputer dan Bahasa Inggris melalui program Dudidam ini dapat betul-betul membantu meningkatkan SDM warga Desa Cihea, khususnya bagi generasi mudanya agar semakin siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.(Tim Mahasiswa KKN Kelompok 1 IAI Al-Azhary Cianjur/gap)







