Viral Menu MBG di Pagelaran Dikirim Pakai Pikap, Pembuat Video: Seperti Mobil untuk Mengangkut Domba

BERITACIANJUR.COM – Sebuah video berdurasi 41 detik memperlihatkan mobil pikap terbuka dipakai untuk mendistribusikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Buniwangi, Kecamatan Pagelaran, Cianjur, beredar viral di media sosial dan grup WhatsApp.

Tayangan video itu langsung menuai sorotan karena tidak didistribusikan dengan menggunakan mobil box atau kendaraan tertutup seperti biasanya, guna menjaga higienitas, sterilitas, serta menjaga risiko kontaminasi makanan.

Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi mobil pikap yang besinya terlihat berkarat dan di bagian sampingnya hanya ditutup seadanya menggunakan triplek serta atapnya masih terbuka.

Dalam tayangan terdengar, pembuat video menyebutkan pihak yang melakukan pendistribusikan menu MBG kurang layak itu adalah SPPG Buniwangi.

“Aduh ieu mah yeuh SPPG Buniwangi, kurang modal, maenya kieu, teu nafsu ningalina ge, teu merangsang, keudeung deui kana bak sampah ieu mah. (Aduh ini SPPG Buniwangi, kurang modal, masa seperti ini, tidak nafsu lihatnya juga, tidak merangsang, sebentar lagi pakai bak sampah ini),” kata pembuat video.

“Aduh ripuh ieu mah, saksi hidup ieu Mang Iban tingali. Maenya ieu mah paragi muat domba atuh, teu pararantes SPPG, kurang layak. (Aduh repot ini, saksi hidup ini Mang Iban. Masa ini (mobil) untuk mengangkut domba. Tidak pantas SPPG, kurang layak)” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator SPPG Kecamatan Pagelaran, Abdul Latif, mengatakan kejadian itu terjadi pada Senin (27/7/2026). Menurutnya, mobil box milik SPPG Buniwangi mengalami kendala mesin menjadi alasan pendistribusian dilakukan menggunakan mobil pikap terbuka.

“Penditribusian harus tetap berjalan, sedangkan mobil milik SPPG Buniwangi overheat, jadi akhirnya pakai kendaraan pikap,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Meski begitu, Abdul menegaskan pihaknya sudah memberikan teguran secara lisan dan mendesak SPPG Buniwangi melakukan evaluasi.

“Itu tidak sesuai ketentuan dan berisiko makanannya terkontaminasi. Kami sudah datangi SPPG-nya dan memberikan teguran lisan. Kabar terbaru, kini kendaraannya sudah diperbaiki dan ada penggantinya,” ungkapnya.

Saat ditanya sanksi yang bakal diterima SPPG Buniwangi, Abdul menyebutkan, kewenangan sanksi ada di Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau sanksi bukan kewenangan kami, tapi kejadian ini sudah menjadi bahan evaluasi,” tutupnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *