BERITACIANJUR.COM – “Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu, demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu. Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu, dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal.”
Penggalan lagu di atas menggambarkan kisah memprihatinkan yang dialami seorang bocah yang ditemukan mengemis di kawasan Pasar Ciranjang, Cianjur.
Di usianya yang sangat belia, bocah sekolah dasar (SD) itu diduga dipaksa orangtuanya untuk mencari nafkah dengan cara meminta-minta.
Kisah malang bocah yang masih duduk di kelas 2 SD itu diungkap petugas keamanan K5 Pasar Ciranjang, Alan Ramdani. Di saat sebagian anak sedang menikmati liburan panjang, sang bocah itu malah harus bekerja keras mencari uang.
“Iya kasihan, saya melihat anak itu mengemis sambil membawa celengan plastik berwarna kuning. Anak itu terlihat berkeliling di kawasan Pasar Ciranjang,“ tutur Alan.
Alan yang merasa kasihan akhirnya memutuskan untuk mendekati sang bocah. Ia pun terkejut ketika mengetahui orangtuanya hanya duduk santai di depan sebuah ruko sambil memantau aktivitas anaknya.
“Saya pikir dia memang sendiri. Tapi saat ditanya, ternyata orangtuanya ada dan malah duduk santai. Ironis, anaknya lelah mengemis, ibunya malah duduk manis,“ ungkapnya.
Bukan kali pertama, namun Alan menyebutkan, sang bocah kerap dipaksa mengemis di momen liburan sekolah. “Saat saya tanya-tanya, ibu dan anak itu merupakan warga asal Kecamatan Cibeber,“ sebutnya.
Tak tega dengan nasib yang dialami sang anak, Alan memberanikan diri untuk menasehati sang ibu agar tidak menjadikan anak sebagai alat untuk mencari uang, apalagi dengan cara mengemis.
“Kasihan ini anak, harusnya kan orangtua yang bertanggung jawab, ini malah anak dijadikan pengemis. Saat saya ngobrol langsung dengan ibunya, mereka malah pergi tanpa memberitahu identitas lengkapnya,“ ucapnya.
Menanggapi hal itu, Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur, Iwan menegaskan, jika sudah diketahui kebenarannya, maka pihaknya bakal melakukan pembinaan lebih lanjut kepada anak dan orangtuanya.
“Kami segera cek ke lokasi untuk menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial. Kalau memang iya, kami akan menindaklanjutinya dengan memberikan pembinaan,“ pungkasnya.(gil)







